“Kalau ke rumah orang tuanya Mbak Tika nggak mungkin sih, Dim. Apa mungkin ke rumah Bu Armi ya?” tanya Anggun sambil memutar-mutar handphone-nya di atas meja. Pagi ini setelah mendapatkan telepon dari Dipta, Dimas segera menghubungi Anggun. Mengikutsertakan Anggun dalam proses pencarian keberadaan Tika. Dimas tidak ingin hanya dirinya saja yang terkena semburan Dipta, Anggun juga harus merasakannya. Agar sama-sama adil. Anggun awalnya mencak-mencak tidak terima, tapi dia juga merasa kasihan kepada Dimas karena selalu menjadi loncatan pertama jika terjadi sesuatu hal dengan Dipta maupun keluarganya. “Biar kucoba hubungi Samsul,” jawab Dimas sambil mengeluarkan HP-nya dari saku jaket jeans-nya. Hari ini hari Sabtu, saat yang tepat untuk beristirahat sebenarnya. Namun, tugas ne

