Setelah Tika bangun dari duduknya, Dipta pun meminta Tika untuk berjalan di depan. Dipta ingin memastikan jika Tika tidak akan terjatuh karena shock yang masih menguasainya. Tika pun berjalan dengan masih berusaha menetralkan debaran jantungnya yang ketakutan tetapi juga diiringi dengan debaran lain yang membuat jantungnya berdentum kuat. Tika tidak tahu mengapa jantungnya berdentum cepat dan kuat, dia tidak pernah begini selama ini. Apa kerja jantungnya sudah tidak normal lagi? Di dalam lift Tika masih menundukkan kepalanya. Air mata sudah mengering, tapi panas pada mata masih terasa. Dia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya, tetapi bayangan di lorong tadi terus berputar dalam benaknya. Tika berusaha mengenyahkan bayangan itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dan membuka ma

