Bagian 60

1661 Kata

Rasa menyesal dan kehilangan memang selalu datang saat seseorang telah pergi. Hanya berharap adanya kesempatan kedua agar dapat kembali melanjutkan rajutan kisah yang sempat terhenti.   “Kami mohon maaf pak karena sampai saat ini jejak Bu Tika belum juga dapat kami temukan,” lapor salah seorang anak buah Dipta dengan menundukkan kepala dalam.   Brak.   Suara gebrakan—pertemuan antara kepalan tangan kanan Dipta yang penuh dengan kumpulan amarah yang sudah menggunung. Melampiaskan amarah dengan memukul orang hanya akan Dipta lakukan pada saat-saat mendesak saja. Membuat empat manusia di hadapannya hanya bisa berdiri kaku dan diam seribu bahasa.   “Lalu kerja kalian selama ini ngapain saja sampai belum dapat menemukan keberadaan istri saya, hah?” tanya Dipta dengan suara menggelegar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN