bc

The Silent Night

book_age18+
5
IKUTI
1K
BACA
others
dark
serious
like
intro-logo
Uraian

" Lepaskan pakaianmu." Suara bariton Alex Marciano menggema di dalam ruangan. Anna Laurance-gadis yang dibisukan ayahnya-hanya berdiri gemetar tak mampu bergerak. Di sana terlalu banyak orang. Bagaimana bisa dia mempermalukan dirinya sendiri?

Dari mana kejadian buruk yang selalu menimpa Anna bermula? Apakah dua puluh tahun lalu? Ketika dia tidak sengaja mendengar rencana jahat ayahnya untuk membunuh Ivone, ibunya? Yang pasti, Anna sekarang adalah gadis bisu yang tak mengenal aksara, tengah berdiri di depan seorang Jenderal Iblis, Alex Marciano, hampir telanjang, karena tanpa sepengetahuannya, Jirehm Laurance telah menjualnya sebagai b***k.

Setelah ini, hal buruk apa lagi yang akan menanti Anna? Apakah Alex akan membiarkannya mati?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Anna Laurance
Gadis itu bisu dan tidak bisa bahasa isyarat. Anna Laurance, gadis itu lahir di musim dingin dua puluh lima tahun yang lalu. Dia lahir dengan segala kemewahan keluarga Laurance dan Jonathan. Dia dikelilingi orang-orang yang menyayanginya. Kelahirannya menjadi sebuah berkah. Dia tumbuh menjadi gadis cantik, cerdas, dan ceria. Paling tidak sampai dia berumur lima tahun. Sebelum semuanya berakhir. Di suatu malam yang naas-tepatnya dua puluh tahun yang lalu-Anna kehilangan segalanya. Ibunya, kasih sayang ayahnya, dan pita suaranya. Dia tidak terlahir bisu, tidak juga menginginkan takdir seperti itu. Namun, Jirehm memiliki pemikiran lain. Luka jahit di lehernya menjadi saksi bisu kesadisan Jirehm Laurance, sang ayah. Saat ini, Anna dewasa menatap wajahnya di cermin. Dia tidak bisa mengatakan apakah dia cantik atau tidak. Tapi Hansel, pengawal pribadinya selalu mengatakan bahwa dia gadis tercantik di Carmento, negaranya. Anna tak sebodoh itu untuk mempercayainya, lihat saja, pipinya begitu tirus, kulit wajahnya kering, kelopak matanya terlihat kendur dan menghitam. Sungguh, dibandingkan Jesslyn adik tirinya yang begitu cantik, dia terlihat seperti mayat hidup. Kulitnya begitu pucat. "Saya akan merapikan rambut anda, Nona." Ucapan Hansel membuyarkan lamunan Anna. Anna menatap wajah tampan yang terpantul di cermin yang tengah berdiri di sampingnya, kemudian mengangguk pelan. Hansel melepas ikatan kain di rambut Anna secara perlahan, karena beberapa rambut tersangkut di kain, membuatnya kesulitan. Apalagi ada beberapa helai rambut yang menggumpal di rantai kalung milik Anna. Ketika Hansel hendak melepasnya dengan menarik kalung, Anna buru- buru menariknya kembali. Tak mengizinkan Hansel menyentuh kalung itu. "Maaf, Nona." Anna mencoba melepas gumpalan rambut di kalungnya perlahan, hingga semua terlepas. Setelah itu dia memegang liontin mutiara dengan ukiran cantik di atasnya itu dengan erat penuh penjagaan. Hansel tersenyum penuh pengertian. "Rambut anda sudah sangat panjang, bolehkah saya memotongnya?" tanya hansel dengan suara lembutnya, mengalihkan perhatian. Anna melihat rambut ikalnya yang terurai, kemudian menggeleng dengan cepat. Dia menyukai rambut panjangnya, sepunggung, dia ingin membuatnya lebih panjang hingga mencapai pinggang. Melihat reaksi Anna, Hansel segera mangangguk. "Baiklah, saya rasa rambut panjang anda begitu cantik." Anna tidak bisa mengiyakan, karena rambut yang cokelat terang itu terlihat begitu rapuh, tidak bersinar. Tentu saja lagi-lagi Hansel berbohong padanya. Hansel menatap sedih gadis di depannya, dia menyisir rambut itu perlahan dengan penuh kasih. Terkadang dia kesal melihat perlakuan semua orang pada gadis itu. Terlebih Jirehm. Jirehm bukannya tidak memiliki pelayan wanita untuk merawat Anna. dia hanya tidak rela pelayannya melayani anak gadisnya. Sungguh seorang ayah yang lucu. Hansel sudah bekerja di sana sejak kecil, karena ayahnya, Hugo sudah bekerja untuk keluarga Jonathan (keluarga mendiang Ivone, ibu Anna) sejak dia muda. Ketika Anna lahir, bahkan Hansel yang mengajaknya bermain. Dia juga yang tahu setiap kesakitan yang diterima nona mudanya itu. Bahkan di malam setelah operasi pita suara, di saat Anna menangis dalam diam, hanya hansel yang setia menemani, memeluknya erat. "Nah, Anda sudah terlihat lebih cantik sekarang," puji Hansel, bangga dengan kreasinya. Dia berhasil mengepang rambut Anna dari ujung kepala hingga ujung bawah, kemudian mengikatnya dengan kain sekencang mungkin. Mengurus Anna setiap hari membuatnya semakin kreatif membuat tatanan rambut. Anna tersenyum, membuat Hansel terperangah. Gadis itu sangat jarang tersenyum, mungkin senyum itu senyum pertamanya di bulan ini. Hal sederhana itu ternyata mampu membuat Anna senang. Hansel segera melirik arlojinya, kemudian berseru. "Oh, kita sebaiknya cepat ke paviliun utama Nona. Tuan Jirehm sudah menunggu kita," ucap Hansel cepat-cepat. Dia segera berjalan ke pintu danmembukakannya untuk Anna. Tepat di saat itu, dua orang pengawal dari paviliun utama menghampiri mereka. "Apa saja yang kalian lakukan?! Tuan Jirehm tidak sabar menunggu!" sentak pengawal yang terlihat lebih muda dari Hansel itu. Kemudian menarik tangan Anna kasar. "Hei! Jangan kasar!" bentak Hansel, memegang lengan pria yang tengah menarik tangan Anna, memintanya melepaskan pegangan. "Siapa kau berani memerintahku?!" seru pria itu arogan, menampik tangan Hansel. Hansel yang terlihat gusar bisa saja langsung melayangkan pukulan, tapi Anna dengan pelan menyentuh lengan pria itu untuk tidak meneruskan pertikaian. Hansel mendengkus, melepaskan pegangannya dan menyusul di belakang ketika pengawal itu terus menarik tangan Anna dengan kasar. Sesampainya di paviliun utama, mereka segera menuju ke ruang keluarga. Paviliun utama jauh lebih megah daripada paviliun pengasingan milik Anna yang hanya sepetak ruangan. Ruang keluarga itu saja luasnya bisa sepuluh kali lipat luas paviliunnya. Anna tidak mengerti kenapa ayahnya memanggilnya di malam hari seperti ini. Apa pun itu, Anna tidak pernah membayangkan akan menerima berita bagus. Terakhir dia dipanggil karena laporan palsu Jesslyn yang mengatakan dia telah melukai adik tirinya itu. Walau laporan palsu, tapi Jirehm tak pernah mau bersusah payah menyelidikinya, ayahnya itu lebih suka menjatuhkan hukuman untuk Anna. Dan malam itu dia diikat di halaman depan paviliun di tengah hujan, semalaman. Jirehm bahkan mengancam Hansel untuk tidak menemaninya. Anna memikirkan hal buruk apa yang akan diterimanya hari ini. Belum sempat memikirkan apa pun, pengawal sudah mendorong tubuh Anna ke dalam, kemudian menutup pintu. Anna hampir terjatuh, untung dia bisa menyeimbangkan tubuhnya. Anna menatap tiga orang yang duduk di sofa. Jirehm Laurance, sang tuan besar duduk di sofa tengah, dengan kaki terangkat dan menumpu di kaki satunya. Di sebelah kanan adalah nyonya besar, ibu tiri Anna, Aline Duncan. Kemudian di sebelah kiri, duduk adik tirinya Jesslyn yang saat ini berumur dua puluh tahun. "Kemarilah!" Suara keras tapi empuk Jirehm mengagetkan Anna. Anna dengan ketakutan segera berjalan mendekat, tepat di depan mereka. Tertunduk. "Anna, kau sudah dewasa. Sudah saatnya menikah. Tapi tidak ada pria yang menginginkan wanita sepertimu. Jadi aku berinisiatif mengrimmu ke rumah Tuan Alex Marciano. Besok. Jadi malam ini kau bersiaplah." Jirehm tahu tidak bisa berbasa-basi pada putrinya itu, bukankah dia sendiri yang membuat gadis itu bisu? Jadi, lebih baik menjelaskan keadaan sejelas-jelasnya. Anna tidak tahu apa yang harus dia ekspresikan, jadi dia hanya mengangguk dengan wajah datar. Sudah sejak lama dia tidak memiliki keinginan, apa pun itu selama dia selamat dari hukuman, itu bagus. "Nah, kau tahu apa yang seharusnya Tidak kau lakukan, kan?" ucap Jirehm dengan nada mengancam. Anna mengangguk dengan cepat, memastikan Jirehm melihatnya patuh. Dia sudah melakukan semua larangan Jirehm dengan baik selama dua puluh tahun, salah satunya tidak membaca dan menulis, atau belajar bahasa isyarat. Ya, Anna tidak bisa bahasa isyarat, dia hanya bisa mengangguk dan menggelengkan kepala, atau menggunakan tangannya untuk menunjuk sesuatu. Anna pernah ingat huruf ketika dia berumur lima tahun, tapi setelah itu semua buku atau apa pun yang memiliki huruf, tidak boleh lagi dipegangnya, membuat ingatannya semakin mengabur dan lama-kelamaan menghilang. Hansel pernah mengajarinya membaca secara diam-diam, tapi ketahuan, dan Jirehm menghukum mereka berdua selama seminggu di ruang penyiksaan. Jadi, Anna tidak pernah lagi berani belajar. "Ambil ini dan kembalilah." Jirehm melemparkan sebuah gaun berwarna biru, Anna reflek menangkapnya. Kemudian, dia menunduk dan segera berbalik keluar. TBC❤??

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
203.6K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
20.7K
bc

Kali kedua

read
222.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook