Tawa keempat lelaki itu berderai. Terutama ketika melihat Anrietta sudah memejamkan mata. Tergeletak mengenaskan di atas aspal hitam. "Ck. Apa dia pikir, kita sungguh akan mengusir nyawanya?" sarkas lelaki yang tadi menembak. Usut punya usut, dia tidak mengisi revolver menggunakan peluru. Menggantinya dengan suntikan kecil dengan obat bius yang bertahan selama 20 - 34 jam. Tergantung pada ketahanan tubuh penerima obat. Akan tetapi, tawa mereka tidak berlangsung lama. Dari kegelapan, seorang gadis melangkah keluar dengan pedang yang terhunus. Suaranya tidak terdengar sama sekali. Tertutup oleh gelak tawa yang masih mengudara ke mana-mana. Mereka terlalu terbawa kesenangan, hingga tidak menyadari ada bahaya yang mengintai dari kegelapan. Menanti waktu yang tepat untuk menyerang. Dalam s

