Leon terhuyung akibat gempa dadakan ini. Tapi secara kebetulan, telinganya menangkap suara teriakan Anrietta. Tanpa pikir panjang, dia berlari. Meraih tubuh mungil itu dalam dekapannya. Leon tak lupa untuk membalik posisi. Jika terjatuh nanti, dia duluan yang mencapai tanah. Tak ingin melihat Anrietta terluka lagi. Sudah cukup dia gagal menyelamatkan orang lain. Kali ini, jangan. Anrietta panik setengah mati. Sebab, tindakan Leon sungguh berbahaya. "Kamu gak sayang nyawa?" teriaknya kencang. Membalas ala anak bucin, "Sayang, tapi lebih sayang sama kamu." "Jangan nggombal, Leon sialan!" protes Anrietta sembari berusaha membalik posisi. Dua orang itu berebut untuk jatuh pertama kali. Sama-sama mengorbankan diri demi keselamatan rekannya. Sudah tidak peduli lagi dengan nyawa sendiri.

