Kisruh

1079 Kata

"Lari!" komando Anrietta sembari mendorong Rio. Tubuh lelaki tampan itu pun terhuyung. Bersamaan dengan lewatnya sebuah peluru, tepat di hadapannya. Anrietta tidak tinggal diam. Dia mengarahkan senjata. Balas menembak penyerang tersebut. Timah panas pun menembus bahu penyerang. An mengambil kesempatan dengan baik. Dia langsung menembak di bagian leher. Tak ingin membahayakan nyawa Rio. "Malah bengong," semprot Anrietta Davine pada Rio yang sedari tadi melongo. Lelaki berambut pirang baru tersadar. Meraih tangan Anrietta yang tidak menggenggam apa-apa. Berniat mengajaknya kabur dari sini. Anrietta menurut. Berlari bersama Rio menuju tempat aman. Karena dia yakin sekali, pasti penyerang tersebut tidak sendirian. Pasti membawa teman. "Siapa orang-orang itu? Mengapa menargetkanku terus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN