"Kenapa kau begitu ceroboh?" tanya Rio sambil memukul kepala Anrietta menggunakan sebuah buku. Gadis itu refleks memegangi kepala. Kemudian, matanya membulat sempurna. Dia lalu memegang kedua lengan Rio. "Ini benar-benar kau?" tanyanya tidak percaya. Rio Agrestar hanya mengembuskan napas kuat-kuat sambil tersenyum miring. Membuat Anrietta langsung mengedar pandang ke sekeliling. Dia tak lagi berada dalam kolam renang. Ini salah satu kelas di Universitas Nebula. "Kenapa menyusulku?" selidiknya lagi. Lamunan Anrietta buyar seketika. Tadi, dia sempat bingung kenapa bisa berada di sini. Sebab hal yang terakhir dia ingat, tengah ada di dalam air kolam yang sangat dingin. Menatap ragu ke arah Rio. Haruskah dia menceritakan segalanya? Atau, lebih baik diam tanpa memberitahu apa pun? Mata A

