Pergi Untuk Kembali

1029 Kata

Malam harinya, Anrietta menggerakan pupil mata ke kiri dan ke kanan. Ingin sekali dia membuka mata. Akan tetapi, rasanya sungguh berat. Ketika mencoba untuk meraba-raba keadaan sekitar, tangannya terasa sakit. Suara desisan pun keluar dari bibir. Memaksa gadis itu untuk membuka mata. Pandangan yang semula buram itu perlahan mulai terlihat jernih. Ada beberapa lampu sorot yang tidak bercahaya sama sekali. Ini seperti berada dalam gedung theater. Anrietta tidak dapat menggeser posisinya sama sekali. Dia hanya bisa menoleh ke kiri dan ke kanan. Mencoba mencari keberadaan Trevor dengan bertemankan sinar rembulan yang menelusup dari lubang di atap. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Anrietta melihat lelaki itu tengah berbaring. Tak jauh di sampingnya. "Aarrgh ...," desis Anrietta saat mencoba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN