Pesan Pertama

1026 Kata

Trevor langsung diam. Wajah Anrietta berubah murung. Sepertinya gadis itu sangat sedih. Apa dia memang menyakitinya sampai sedalam itu? Leon mencoba mencairkan suasana, "Hei, jangan merengut begitu. Masa iya, baru jadian sudah meratapi nasib. Katanya mau menyongsong kebahagiaan." Anrietta mendongak. Menatap kursi yang menjadi tempat bersandar Leon Alkuna. Seolah ingin menembusnya. Kemudian, memeluk punggung lelaki yang selalu mendukungnya di segala macam situasi. Gadis itu tidak berkata apa-apa lagi. Hanya memejamkan mata. Mencoba melupakan semua masalah ini. Trevor sendiri mengembuskan napas panjang. Jujur, dia tidak menyangka kalau sikap kasarnya berdampak separah ini. Tapi salah Anrietta juga sih,tidak kunjung pergi dari kediaman. *** Anrietta baru saja meletakkan tasnya ketika po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN