Ayam Sedang Murah?

1760 Kata

Pagi ketika ayam tetangga mulai bersahut-sahutan. Aku terbangun dan seolah otakku masih terbangun di Bali. Aku masih terbiasa mencum aroma dupa yang begitu khas. Begitu mulai membuka pintu depan dan melihat perempuan-perempuan lain di sekitar rumahku mulai menyapu depan rumah mereka. Aku kembali masuk ke dalam rumah. Mengambil bungkusan oleh-oleh yang memang untuk mereka. “Mbak Mina, ini saya ada sedikit oleh-oleh,” kataku memberikan seplastik camilan khas Bali. “Wah mbak Naya, makasih lo, dari liburan? Pantes rumahnya sepi beberapa hari.” Lalu aku juga memberikannya pada rumah-rumah lain di kanan kiriku. Setelahnya aku sendiri membersihkan halaman yang beberapa hari tidak disapu. Kalau pas berlibur senang, begitu pulang ya begini ini resikonya. Aku mencabuti rumput-rumput liar yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN