hari yang tenang

1073 Kata
keesokan hari nya Gladis buru buru menuju butiq.dia tidak ingin bertemu dengan Sean. Gladis mempersiapkan diri pagi sekali. saat menuruni anak tangga Gladis bertemu bi asih yang sedang bersih- bersih bersama pekerja yang lain nya. "bi,,,,bi Asih saya berangkat ke butiq dulu yah." "nanti kalau Sean bertanya bilang saya sudah duluan berangkat karna ada pekerjaan yang harus di selesaikan." "baik lah nyonya." "nyonya apa nyonya tidak mau sarapan dulu semenjak kemaren nyonya tidak makan apa-apa." "gak bi saya tidak lapar." "saya berangkat dulu bi Asih." Gladis melangkah kan kaki nya menyusuri deretan rumah-rumah megah seperti biasa untuk menuju butiq Gladis harus menaiki angkotan umum. Sean yang baru terbangun menyadari bahwa hari ini dia ada meeting penting. dengan cepat Sean melangkahkan kaki nya ke kamar ,dia mencari kepenjuru ruangan namun tidak menemukan keberadaan Gladis. "kemana dia pergi.??" "ahkk sudah lahh apa dia sebegitu penting nya bagiku, sehingga aku mencari nya di pagi ini."ucap Sean lalu bergegas menuju kamar mandi. setelah rapi dengan setelan jas nya Sean bergegas menuruni anak tangga. bi Asih yang sedang mempersiapkan sarapan di ruang meja makan melihat Sean yang sedang terburu buru. "tuan ,tadi nyonya Gladis sudah lebih dulu berangkat ke butiq katanya ada pekerjaan yang harus di selesaikan di butiq." bi Asih menyiapkan sarapan tuan nya tersebut. "berani sekali dia berangkat tanpa meminta izin dari ku."ucap Sean sambil menyuapkan sarapan nya ke mulut. "bi nanti sore saya akan ke Eropa urusan bisnis mungkin saya akan berada 2 hari disana." "baik lah tuan" ucap Sean. setelah menghabis kan sarapannya Sean menuju kantor. Gladis yang sudah sampai di butiq disambut oleh karyawan karyawan disana. "selamat pagi Bu Gladis ,,," "selamat pagi semua "sapa Gladis dengan senyum nya yang sangat menawan. Gladis langsung menuju meja kerja nya. dia melihat buket bunga besar yang sudah hancur si meja kerja nya kelopak nya sudah banyak yang berguguran. Gladis mengambil buket bunga tersebut dan membuang nya sebelum membuang nya Gladis sudah memetik beberapa kelopak nya dan menyimpan nya. "maaf Galang aku sangat menyukai bunga pemberian mu ,Namum aku juga tidak ingin Sean marah dan berpikir negatif tentang kita." Gladis kembali menyemangati diri nya. "ayo Gladis fokus ,"Gladis menepis rasa sedih yang menghampirinya. hari ini Gladis cukup sibuk karna banyak yang harus dikerjakan di butiq baru nya. ****** Galang yang sedari tadi memantau Gladis sedikit lega melihat Gladis. semenjak Gladis keluar dari rumah mewah jayadiningrat Galang sudah berada di dekat perumahan elit yang di tempati Gladis. Galang menggunakan motor besar nya dengan helem yang menutupi semua bagian kepalanya. melihat Gladis yang sangat semangat dan bahagia berjalan menyusuri ramainya aktivitas manusia membuat hati Galang juga ikut bahagia. Galang mengikuti Gladis sampai ke butiq tempat dia bekerja. "syukur lah gla,hatiku sedikit tenang melihat kau bahagia seperti itu." lalu Galang pergi. saat ini Gladis sedang memeriksa beberapa berkas berkas penting tiba tiba kepala nya pusing dan merasa mual Gladis bergegas ke kamar mandi karna perut nya bergejolak ingin memuntahkan semua isi perut nya. uakkk uakkk ,,, setelah memuntahkan semua isi perut nya Gladis menyandarkan badan nya. "mungkin aku masuk angin karna dari semalam aku gak makan apa apa." "aduhh kepala ku pusing banget lagi.' Gladis berjalan tertatih menuju kursi nya. tapi blom sempat dia duduk perut nya kembali bergejolak. Gladis dengan cepat berlari menuju kamar mandi. kali ini tak ada sedikit pun yang keluar dari dalam mulut nya. Gladis sangat lemas dia menghubungi Shinta. "Shinta tolong datang keruangan saya." "baik Bu." sahut Shinta dari seberang. "trimaksihh yah." Shinta yang berada dilantai bawah langsung menuju ruangan Gladis. tok tok tok "ia Shin masuk lah.'' "ada yang bisa saya bantu bu?" "ibu kenapa??" ucap Shinta ketika melihat wajah gladis yang sangat pucat." "mungkin saya masuk angin Shin." "Shinta apa saya bisa minta tolong." "tentu saja boleh Bu." "saya minta tolong Shin belikan makan." "didepan saya pernah lihat jualan nasi." "ohh baik Bu apa ada pesanan lain nya ibu?" "sekalian teh hanget nya ajah yah Shin." "ia Bu,permisi sebentar yah Bu." "ia shinn." beberapa menit kemudian Shinta membawa pesanan Gladis. "ini bu pesanan ibu." "makasih yah Shin" ucap Gladis dengan senyum ramah nya sambil menyeruput teh hangat nya. belum sempat Shinta menjawab Gladis sudah lebih dulu berlari menuju kamar mandi karna Gladis merasa mual lagi. "Bu Gladis kenapa??" ucap Sinta datang menghampiri Gladis yang memuntahkan teh hangat yang baru sedikit di seruput nya. "Shinta seperti nya hari ini saya gak bisa melanjutkan pekerjaan saya." "saya lagi gak enak badan,mungkin lagi masuk angin.' "kalau begitu mari saya antar pulang Bu Gladis." "makasih Shinta sudah mau mengantarkan saya." "ibu jangan berterimakasih itu memang sudah menjadi tugas saya untuk selalu membantu ibu." Shinta memapah gladis yang sangat lemas menuju mobil Shinta. "ibu boleh arahkan tujuan kita yah Bu." Gladis hanya mengangguk dan tersenyum mengiakan perkataan Shinta. setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di pagar besar dan tinggi. Shinta yang baru pertama kali melihat penampakan rumah semewah itu tercengang. bi Asih membukakan pintu rumah melihat Gladis yang sangat pucat membuat bi Asih berlari kecil menghampiri Gladis. "nyonya kenapa?" ucap bi Asih sambil memapah Gladis. "tidak apa-apa, bi mungkin saya masuk angin." "shinn kamu mau mampir dulu." "maaf Bu saya langsung ke butiq ajah." "yah udah hati hati yah shinn." bi Asih menuntun Gladis menuju kamar Sean. "nyonya istirahat dlu,"bi Asih mengantarkan Gladis ke tempat tidur Sean. "gak bi saya duduk di lantai ajah." "ini tempat tidur Sean."ucap Gladis berdiri dan duduk di lantai kamar Sean. bi Asih yang melihat hal itu menitihkan air matanya. "nyonya !!!!"ucap bi Asih menghampiri Gladis. "gak apa-apa bi, saya sudah biasa tidur dan duduk di lantai ini." "nyonya duduk lah di atas hari ini tuan berangkat ke Eropa mungkin akan disana selama 2 hari." "apa bi???? Sean ke Eropa???" Gladis tersenyum girang, 2 hari pasti akan menyenangkan baginya. "bi boleh bantu saya memindahkan barang barang saya ke kamar sebelah," "nyonya istirahat saja, saya dan pembantu lain nya akan memindahkan barang barang nyonya." "trimakasih bi!"ucap Gladis." bi Asih menuntun Gladis menuju kamar sebelah yang sudah disuruh nya tadi untuk di bersihkan. "nyonya istirahat saja dulu, sebentar lagi saya akan bawakan makanan dan minuman hangat buat nyonya." "bi Asih makasih sudah mau merawat saya dengan baik." "sama sama nyonya ,,," buat para menikmat cerita penyesalan sang suami jangan lupa ❤️ nya yah bestie agar author lebih semangat lagi untuk menulis. jangan lupa komentar nya sayang ku. apa kalian mau gladis dan Galang di persatukan? kalau mau komen di sini yah bestie. buat para semua ibu rumahtangga tetap kuat dan jangan lupa bahagia
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN