Sean dengan cepat merebut Gladis dari tangan Galang. "Jangan pernah berani menyentuh nya lagi,jika tangan dan kaki mu tidak ingin hilang. Sean menembus deras nya hujan membawa Gladis masuk ke dalam mobil nya.Sean kembali pulang membawa Gladis yang masih belum sadar. "Tuan,,apa yang terjadi dengan nyonya Gladis?"bi Asih menangis melihat kondisi Gladis dan mengikuti langkah kaki Sean. Sean merebahkan Gladis di dalam kamar nya. "Bi Asih,ganti baju nya!"Sean keluar dari dalam kamar Gladis. Dengan pelan bi Asih membuka baju Gladis dan dia terkejut melihat perut Gladis yang saat ini sedikit membesar. "Nyonya,hiks hiks ternyata perkiraan ku benar."Setelah memakaikan baju yang nyaman, bi Asih mengolesi minyak angin ke hidung Gladis dan mengompres sudut bibir Gladis yang bengkak. "Nyonya, n

