persiapan party

889 Kata
sesampai di rumah mami Yasmin menyuruh gladis untuk beristirahat ,,gladis bingung dengan sikap mami Yasmin yg hanya diam sedari tadi. gladis hanya bisa menurut dan pergi menuju kamar nya sementara Yasmin berkutak dengan gawai ditangan nya. dia menghubungi Rendi asisten nya Sean "hallo Rendi,,,,,,,," "ia Yonya,,,"sahut Rendi dari seberang sana. "tolong kamu carikan obat yg baru saja saya kirim dan ingat jangan menceritakan apapun kepada Sean." "baik nyonya,,,," "dan satu lagi saya akan mengadakan party untuk memperkenalkan menantu saya kepada semua rekan bisnis dan sahabat sahabat saya tolong kau urus semua secepat nya saya ingin besok semua sudah selesai." dengan cepat Yasmin mematikan sambungan telepon nya dan bergantian menelfon butik kepemilikan nya " hallo..." "hallo ibu" suara karyawan butik terdengar dari seberang. "carikan beberapa gaun pesta buaat menantu saya. kirim semua gaun terbaik di semua butik kita dan juga sepatu sepatu yg terbaik." "baik Bu." Yasmin mematikan sambungan telefon ya dan mulai mengirim informasi bahwa besok Yasmin akan mengadakan party di salah satu gedung mewah milik nya. gladis yg tampak termenung di balkon kamar ny mengingat kecupan Sean. walaupun Sean selalu kasar kepada nya namun dia tidak pernah sedikitpun merasa marah kepada Sean. gladis mengerti dengan keadaan suaminya itu mengingat Sean adalah lelaki tampan dan kaya raya mungkin saja suami nya itu punya wanita yg sangat dia impikan. di mlm harinya yasmin dan gladis tampak bersantai di ruang tamu. Sean yg baru saja tiba dirumah hanya melirik sekilas dimana kedua wanita itu berada dan langsung menuju kamar nya untuk menyegarkan badan. "gladis apa kamu mencintai Sean ??" gladis yg tampak terkejut dengan pertanyaan mertua nya itu bingung mau menjawab apa. "mi,,,,aku dan Sean baru saja bertemu. " "mungkin saat ini aku blom sepenuh nya mencintai Sean tapi aku akan berusaha menjadi yg terbaik buat Sean." mami mengusap lembut jemari tangan gladis,,"terimakasih sayang karna telah menjadi penolong buat hidup mami ,,,mami cuma mau jodoh yg terbaik buat Sean dan mami yakin kamu lah orang nya." "apapun yg terjadi tolong jaga Sean untuk mami '' 'dan mami ingin cepat nimang cucu" Yasmin tampak berbinar saat mengucapkan kata itu. ,,ia mii doakan semoga gladis cepat mengandung yah mi." ditengah percakapan mereka berdua tampak Sean sudah segar menuju ruang mkn. gladis dan yasmin juga mengikutinya dari belakang untuk melaksanakan rutinitas yaitu mkn mlm. mereka bertiga mkn dalam diam Yasmin melirik anak nya Sean karna sedari tadi sepatah katapun tak didengar nya dari mulut anak nya itu. "besok mami mau buat party digedung B." "mami sudah mengundang seluruh rekan bisnis yg didalam maupun diluar kota." "mami juga ingin mengenalkan gladis kepada teman teman mami secara resmi" Sean hanya diam tak menanggapi ucapan mami nya. "seann,,,,," panggil Yasmin. ,,ia mi,,," "mami ingin semua nya berjalan dengan baikk." "baik lh jika itu keinginan mami." "dan yah satu lagi kemana semua pelayan dirumah ini??? " "aku sudah memecat nya." "apa???memecatnya?? tapi kenapa??" "untuk apa semua pelayan itu mi,,,aku kan sudah menikah dan sepatut nya istrikulah yg akan mengurus rumah ini ." "seannnn,,",teriak yasminn. "mami gpp kok gladis sanggup mengerjakan semua nya gladis sudah terbiasa."timpal gladis untuk menenangkan ibu mertua nya tersebut "dia istrimu ,,bukan pembantu." "apa selama ini gladis melakukan semua pekerjaan ini.???" "bi,,,, bi asihh.'' "iya buk".sahut bi asih. "apa selama ini gladis yang melakukan semua pekerjaan rumah??" "ia betul bu." "Sean apa apaan kau ini. mami menikahkan mu dengan gladis bukan untuk membuat nya menjadi pembantu di dalam rumah ini." "apa Sean Adi jayadiningrat tidak punya uang untuk membayar asisten rumah tangga." "tidak ada yang bisa menentang keputusan ku didalam rumah ini." ucap Sean sedikit menekan. Yasmin sangat marah mendengar pernyataan Sean,dia salah bahwa Sean memperlakukan gladis dengan baik. ternyata Sean memperlakukan gladis sesuka hatinya. Yasmin hendak berdiri menuju ruang makan dan,,, "Sean,,,,,," Yasmin memegangi d**a nya dan jatuh ke kursi. gladis dan Sean yang melihat keadaan itu merasa kwatir . "mi,,,mamii"ucap Sean dan gladis serentak. "mi mami kenapa???" terlihat gladis memapah tubuh Yasmin ke kaki nya sambil menangis. Sean dengan cepat mengangkat tubuh mami nya ke kursi di ruang tengah. 'apa ginjal mami kambuh lagi mi". ucap Sean sambil memegangi jemari tangan Yasmin. dia dengan cepat meraih gawai milik nya untuk menghubungi dokter keluarga nya. namun Yasmin langsung mematikan panggilan telepon tersebut. "gak usah Sean." "biarin ajah mami mati." "itukan yang kau inginkan." "miiiiiii..."ucap Sean dengan menyesal sebenarnya Yasmin hanya berpura pura sakit. Yasmin hanya ingin mematahkan keogoisan anak lelakinya tersebut. dan betul saja rencana nya berhasil. "yahh udah, apa yang mami ingin kan??" "mulai Minggu depan gladis akan mengelola butik baru mami." gladis hanya diam saja mendengar ucapan Yasmin. 'terserah mami saja" ucap Sean. "mulai hari ini kau dan gladis harus terlihat mesra mami gak ingin kalian terlihat kaku seperti itu." Sean tidak menanggapi ucapan Yasmin . "Sean" "apa kau bisa mewujudkan keinginan mami sebelum mami pergi meninggalkan dunia ini." "mi jangan pernah berbicara seperti itu." gladis hanya menangis sambil mengurut kaki Yasmin. "baik lah apapun yang mami inginkan akan Sean turuti." "dan satu lagi Sean" ucap Yasmin. "mami ingin semua asisten rumah tangga yang dulu kamu pecat di kembalikan lagi ke rumah ini." 'karna mami gak mau nanti menantu mama sampai sakit Karna mengurus rumah." "baik lah".ucap Sean. setelah Sean menyetujui semua keinginan nya Yasmin bangkit berdiri. "aduhhh, seperti nya mami sudah sehat." Yasmin merenggangkan kedua tangan ny sambil berjalan meninggalkan gladis yang sedari tadi menangis. sementara Sean tercengang melihat kebohongan Yasmin.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN