party

964 Kata
setelah melihat drama yang tadi di mainkan oleh Yasmin mertua nya. gladis menghampiri Yasmin di kamar nya. "mi,,,apa mami baik baik saja??" "ia sayang mami baik baik saja." ucap Yasmin sambil merangkul gladis. "tadi itu mami hanya pura pura supaya Sean mau mengikuti permintaan mami." gladis hanya bisa tersenyum menanggapi aksi mertua nya tersebut. "oh ya sayang, apa kamu sudah melihat gaun gaun yang ada dikamar kalian?" "belum mi." gladis sedari tadi menghabiskan waktu nya di taman karna hari ini Sean berada dirumah. dia enggan untuk memasuki kamar. "yah udahh ayo kita cari gaun yang pas buat pesta nanti." gladis dan Yasmin menuju kamar besar Sean setelah mereka berada dikamar iris mata gadis mencari cari sosok pemilik kamar yang sedari tadi dihindarinya. untung saja Sean tidak berada dikamar tersebut bisa bisa nanti gladis menjadi canggung kalau Sean juga berada disana. gladis tercengang melihat banyak nya gaun gaun indah dan juga sepatu yg sangat bagus. matanya tak henti memandangi semua barang tersebut. "sayang,,,ini semua milik mu."ucap mami yasmin. "tapi mi,ini banyak sekali." Yasmin yg sibuk mencari gaun yg pas buat menantu nya itu hanya tersenyum menanggapi perkataan gladis. "sayang gaun ini sangat cocok untuk mu!" Yasmin mengangkat sebuah gaun silver model Sabrina tampak depan di bawah lutut dan belakang nya sedikit lebih panjang. "pakailah ini di acara party nanti...dan juga sepatu ini sangat cocok sebagai pasangan nya." gladis hanya menurut saja,,karena mami yasmin yg lebih paham soal fashion melihat pakaian yg beliau kenakan tiap hari selalu fasionable. "yahh udah,,,kamu bersiap dulu nanti akan ada yg datang untuk merias kamu." setelah hampir 1 jam gladis sudah tampak seperti bidadari. gladis tercengangan mana kala saat memandangi wajah nya sendiri di cermin. "baby kamu cantik sekali,,aduhh buat aku pangling deh ."ucap mua yg saat ini ada di samping nya. "makasih mas,,"ucap gladis malu. "aduhh jangan panggil mas dong panggil saja ai ke jelita ,, "ucap jelita dengan gelagat centil nya sambil merapikan pakaian gladis. "kamu itu cocok jadi model,,,,aduhhh sempurna deh pokok nya." gladis hanya tersenyum menanggapi perkataan jelita tersebut. "sayang kamu,,,,,,ya ampunn gladis kamu cantik banget sayang mami Yasmin sampai pangling." "ia nyonya menantu kamu ini cantik banget cuma di olesi sedikit ajah udah sebersinar ini." "makasih jelita "ucap mami. "yah udah ayok sayang kita berangkat seperti nya Sean udah menunggu di bawah." perlahan namun pasti gladis melangkah kan kaki nya di anak tangga. tampak Sean yg gagah sedang mengotak Atik gawai nya. gladis memandangi suami nya itu sepertinya jas dan perlengkapan yg dipaki Sean juga pasti pilihan mami yasmin. melihat bahwa baju yg Sean kenakan sama warna nya dengan gladis. sean sadar akan kedatangan seseorang dan mencari arah suara langkah kaki tersebut. Sean memandangi gladis tanpa ekspresi wajah ny datar namun menelisik. "ayo berangkat."hanya itu yg terucap dari bibir Sean. mami sengaja berangkat sendiri agar tidak menggangu kebersamaan Sean dan gladis. di dalam mobil hanya ada keheningan namun suara Sean memecahkan keheningan tersebut. "kenapa kau memmakai gaun pendek begitu,!!" "apa kau ingin menarik perhatian lelaki lain,,," Sean bertanya tanpa menoleh sedikitpun kepada gladis. "maaf tuan tapi ini gaun pilihan mami." "kau bisa ajah menolak nya kan." "dan lihat leher mu dan d**a mu,,,apa kau ingin jual diri disana.??" melihat betapa jenjang nya leher gladis mungkin siapa pun lelaki akan tertarik dan terpesona di buat nya. ditambah rambut nya di tata dengan rapi hanya menyisahkan sedikit rambut di bagian kuping kanan dan kiri menambah ke sexyan gladis. gladis hanya bisa diam sambil sesekali menarik gaun ny yg memperlihatkan dua bekas sundutan rokok Sean. dia lupa untuk mengolesi bekas luka tersebut agar tidak kelihatan. sesampai nya di gedung Sean berjalan meninggalkan gladis. sementara gladis berjalan santai dengan anggun nya. semua mata tertuju kepadanya melihat lekuk tubuh gladis yg sempurna ditambah dengan polesan riasan seadannya. samar terdengar di kuping Sean desas desus para tamu lelaki saat memuja istrinya tersebut. "waw...istri tuan jayadiningrat sangat anggun." """"lihat nyonya jayadiningrat seksy sekali membuat junior ku bangkitt""""" "diamna dia mendapatkan wanita secantik dan sesexy itu yah." "kalau saja Sean tidak menginginkan nya lagi aku pasti maumenjadikan nya menjadi istri ku." sean mengertakan gigi nya ingin sekali dia menghajar siapapun lelaki yg berani memandangi istri nya. kalau saja dia tidak ingat perkataan mami nya ingin acaranya berjalan dengan baik . mungkin Sean sudah habis menghajar para lelaki itu. dengan cepat dia menuju gladis dan menggandeng kasar tangan nya. "awww,,,,sakit tuan pelan pelan." "jangan memanggilku tuan disini.," "itu hanya berlaku dirumah saja apa kau paham?" "ayo cepat, siapa suruh kau memakai pakaian itu." Sean mengandeng tangan gladis entah perasaan apa yang muncul di hatinya. yang pastinya Sean tidak suka ada lelaki lain yang bisa menikmati tubuh istrinya. Sean membawa gladis berjalan menuju Yasmin yg sedari tadi menunggu mereka. "jengg..perkenalan ini menantu saya gladis." "wahhh,,cantik sekali jeng." "jeng yasminn,,darimana jeng nemuin bidadari secantik ini." "aku mau satu dong buat anak ku." "hahhaha maaf yah jeng di dunia ini hanya ada satu yg seperti menantu saya." timpal Yasmin sambil bercanda gurau dengan teman teman nya. "gladis ,,,,itu paha kamu kenanpa,,kok ada bekas luka nya ,??" teman Yasmin menunjuk pas di depan bekas luka gladis. "ehhh mmmm itu hanya bekas minyak goreng Tante ."jawab gladis dengan cepat. Yasmin juga ikut memandangi bekas luka bakar tersebut. gladis berbisik kepada Yasmin untuk meyakinkan. "itu bekas minyak goreng mi." "sewaktu memaksakan makanan buat Sean kecipratan minyak goreng." ucap gladis meyakinkan. "ohhh iaia. "ucap Yasmin. "biasa jeng pengantin baru, masakin buat suami mungkin saja mereka sewaktu memasak mereka melakukan,,,,," "hahahhahah ahk sudah lah." "jeng jeng ini masa gak tau sihh.." "Kitakan dulu pernah seperti itu apalagi kalau di dapur rasanya kan nikmat " ucap Yasmin di balas gelak tawa para teman nya. sementara sean yg mendengar pertanyaan wanita paruh baya tersebut kepada gladis matanya lngsung tertuju kepada dua bekas titik hitam di paha gladis. dia mengingat perlakuan ny kepada gladis waktu itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN