seseorang yg misterius

939 Kata
Sean menatap bekas luka di kaki gladis ada sedikit gurat penyesalan dalam batin nya.. tapi dengan cepat dia menepis nya. ""penyesalan." "hmmm seharus nya dia bisa menerima apapun yg lebih sakit dari pada itu." keegoisan dihati Sean menutupi sedikit celah rasa penyesalan yg mulai tumbuh dihati nya. dari kejauhan tampak sorot mata yg sedari tadi memandangi gladis,,,,, postur tubuh yg maskulin dengan iris mata berwarna coklat menahan amarah di hati. banyak sekali pertanyaan yg ingin dia lontarkan. mengapa dan bagaimana dia bisa dikenalkan sebagai nyonya jayadiningrat. "gla,,apa semua ini??? apa kau tidak sabar menunggu ku?" "kenpa sayang??" "katakan kalau semua yg ku dengar ini hanya bohong." tampak Galang menggertakkan kedua gigi nya ,,Galang mengepal tangan nya dengan kencang tapi sorot mata nya tak bisa dibohongi bahwa dia sangat sedih dan sangat merindukan wanita pujaan hatinya tersebut. Galang mengikuti gerak gerik gladis ,,dia ingin mencari kesempatan untuk bisa bertanya langsung kepadanya. "mii,,,gladis mau ke toilet sebentar yah." "yah udah sayang,,,,cepat kembali yah." Sean sedang asyik berbincang dengan rekan bisnis nya yg dari Eropa. dia melihat pergerakan gladis tapi dia acuh tak acuh. gladis berjalan menuju toilet tiba tiba ada yg menarik tangan nya dengan cepat. gladis tidak bisa melihat lngsung wajah nya. "heii,,,,lepaskan tangan ku,,,siapa kau???" "dengan sekuat tenaga gladis menarik tangan nya,,lepaskan aku,,,," ,,"atau aku akan teriak ,,,,," namun Galang masih saja menarik paksa tangan gladis tanpa berkutik sedikitpun. Galang membawa gladis ke suatu rungan. saat Galang membalikkan badan nya sontak saja membuat gladis terkejut. ada rasa rindu yg terlihat dari iris mata kedua insan manusia itu. "galangggg,,,,,,"tanpa dirasa buliran buliran air putih membasahi pipinya, rasa rindu yg menggebu membuat nya menjadi cengeng. "Galang,,bagaimana kamu bisa ada disini??" "itu tidak lah penting gla,,,banyak yg ingin ku tanyakan." "kenapa ??" Galang tidak bisa melanjutkan perkataan nya ,hatinya hancur wanita yg sangat di inginkan ny menjadi ibu dari anak anak nya kelak telah menjadi milik orang lain apalagi dia adalah Sean pesaing bisnis keluarga nya. galang memeluk gladis dengan sendu. semua pertanyaan yg ingin di lontarkan buyar seketika itu juga. "sayangg,,,,aku sangat merindukan mu,,," gladis hanya diam terpaku.,,, tangisan nya menggema di dalam ruangan tersebut.. "Hikss hikss hiksss maaf kan aku Galang,,,maafkan aku,,," "jangan mengatakan apapun sayangg,,,biarkan seperti ini sebentar saja." Galang semakin mempererat pelukan nya diusap lembut pundak gladis agar pujaan hati nya itu bisa tenang tapi tanpa gladis tau Galang juga meneteskan air mata nya. Galang sangat mencintai gladis,,,pertemuan pertama nya dengan gadis polos dan baik hati itu mampu membuat nya berubah. dulu dia adalah lelaki yg tidak pernah memperdulikan masa depan dan kehidupan nya makanya dia pergi meninggalkan keluarga nya yg memberi harapan besar untuk mengelola perusahaan pranomo....,,,, gladis juga tidak pernah tau kalau kekasih nya itu adalah lelaki kaya raya.,, Namum demi rasa sayang nya untuk gladis Galang menjadi terpacu untuk menyusun kembali masa depan nya. agar Galang bisa membahagiakan gladis nanti nya. "gla,,,katakan semua yg ku dengar tadi tidak lah benar." ucap Galang dengan berbisik di daun telinga gladis. gladis melepas pelukan galang dia menatap Galang air matanya tak berhenti menetes. "maafin aku Galang,,,,..semua yg kamu dengar tadi itu bener." "maafin aku hikss hikss ,,,," "tapi kenapa gladis?? apa kau tidak mempercayai ku ??" "aku hanya meminta mu untuk menunggu sebentar saja sayang." "aku hancur sayang,,,"tangisan yg sedari tadi disembunyikan nya pecah seketika itu juga. "gladiss apa yang harus kulakukan." "pokok nya kau tetap menjadi milik ku aku yg mencintai mu,,,aku yg mengenalmu lebih dulu,,,aku yg sudah menjaga mu." Galang kembali memeluk gadis yang sudah berstatus menjadi istri orang. saat Galang memeluk gladis tiba tiba saja. brakkkkkk pintu di tendang dengan kencang,,,," "cepat pisahkan mereka.!!!" terlihat Sean mengepal keras kedua tangan ny. dia berjaan menuju Galang yg tampak memegang kencang pergelangan tangan gladis. kedua bodyguard Sean menarik paksa gladis. Sean tersenyum sinis memandangi Galang yang tampak emosi karna melihat kekasih nya diperlakukan dengan kasar. "Galang cepat pergi lah dari sini,,,,hikss hikss." "Sean,,Sean tolong jangan sakiti galang,,,ini tidak seperti apa yg kmu pikir hikss khikss hikss." "ohhh,, jadi ini lelaki kaya yg kau coba rayu yahh!!!!!" Sean menggertakkan gigi nya pertanda dia sangat emosi. "apa kalian sudah puas melepaskan rasa rindu kalian.? "ucap Sean sambil tersenyum sinis. sementara galang hanya berdiri dengan raut wajah datar sambil sesekali melihat ke arah gladis yg menangis. Sean semakin murka saat dia melihat mata Galang tertuju kepada istrinya tersebut. amarah ny semakin tersulut karna melihat tak sedikitpun Galang gentar. kalau saja dia tidak cepat datang mungkin saja Galang sudah membawa lari galdis. semenjak mereka memasuki gedung Sean sudah merasakan ada seseorang yang sudah memerhatikan mereka. flassback Sean*** sesekali Sean melirik gladis yg tampak bahagia ,,,dia melihat gladis tersenyum tak henti ini pertama kali dia melihat gadis itu tersenyum. "kenapa aku jadi terus melihatnya." "bodohhh,,apa yg sudah kau pikirkan Sean!!!!" saat dia melihat ke arah gladis tampak gladis sedang menuju kesuatu tempat namun dia tak acuh,,, Sean berbincang dengan sesama bisnis ny sesekali dia mencari keberadaan gladis namun tak terlihat. Sean menggerak kan para bodyguart ny untuk memeriksa keadaan. "rendiii,,,,bawakan aku sekarang daftar nama tamu." "baik pakk." ucap Rendi. tak lama berselang Rendi datang,,,ini pak daftar nama tamu nya. Sean meneliti satu persatu daftar nama tamu tersebut. mata ny melotot saat melihat nama Galang pranomo. "sialll,,,,ayo ikuti aku pinta ."Sean kepada beberapa bodyguard nya. "cari di semua ruangan istri ku." "baikk pak ."terdengar para bodyguard serentak menjawab. sementara Sean berjalan kemna filing nya mengatakan. dari arah jauh samar terdengar suara tangisan seseorang dan benar saja itu adalah tangisan gladis. mereka berada diruangan istirahat bagi para tamu. pintu nya tampak sedikit terbuka Sean mengamati kedua insan tersebut. emosi nya lngsung memuncak saat melihat istri nya tersebut sedang di peluk Galang pranomo,,,, flassback selesai...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN