melepas rindu

841 Kata
melihat Galang yang selalu memndangi istri nya membuat emosi Sean semakin "heii kau, jauhkan pandangan mata mu dari istri ku.," "sampai kapan pun kau tidak akan mampu untuk menggapai ny." "walaupun nanti nya dia sudah menjadi sampah dari jayadiningrat kau tidak akan mampu untuk memungut ny." Galang semakin yakin untuk merebut kembali apa yang seharus nya menjadi milik ny. melihat sikap dan keangkuhan Sean meyakinkan Galang bahwa gladis sangat tersiksa. "aku akan mengambil apa yang seharus nya menjadi milikku."ucap Galang dingin. "dan ingat sebelum kau membuang berlian yang selama ini kujaga, kedua tangan ini akan lebih dulu menangkap ny." Galang melangkahkan kaki ny tanpa gentar. sorot mata nya tak lepas dari gladis yang sedari tadi menangis. saat ini Galang perada tepat di hadapan gladis. "sayang,jangan menangis." "aku akan datang,kali ini tolong lah untuk bersabar."ucap Galang kepada gladis. 'Galang,,,,,," sebelum gladis menyelesaikan perkataan nya Galang sudah lebih dulu melangkah kan kaki ny. gladis hanya ingin memberi penjelasan bagi Galang bawha dia lah yang menyetujui pernikahan ini. gladis ingin Galang mencari wanita yang jauh lebih baik dari nya. Sean yang masih tampak emosi melihat ekspresi Galang yang tak gentar sedikit pun membuat hati nya risau. "heiii kau,,,," "lepaskan tangan mu dari istriku,,,,,," "berani sekali kalian memegang istri ku." ucap Sean kepada kedua bodyguard yang sedari tadi memegangi tangan gladis. "ma maaf tuan "ucap kedua bodyguard tersebut. Sean berjalan dengan sangat cepat sambil menarik kasar tangan gladis. "awwww Sean sakit lepaskan." Sean tampak tak berkutik sedikit pun. "seann, aku mau kekamar mandi lepaskan aku." Sean semakin mempercepat langkah nya dan gengaman tangan nya semakin kencang membuat tangan gladis sedikit merah. "seannnn,,,,," gladis menarik tangan nya dengan sekuat tenaga,membuat Sean terhenti. Sean menatap gladis dengan datar. "aku mau ke kamar mandi sebentar." melihat penampilan gladis yang sedikit berantakan karna sedari tadi menangis. tapi itu tidak mengurangi sedikit pun kecantikan gladis malah semakin membuat nya terlihat lucu dengan mata sembab nya. Sean akhir nya memberi sedikit waktu buat gladis agar bisa memperbaiki penampilan ny. secepat mungkin gladis berhambur ke kamar mandi. dipandang nya wajah nya di dalam cermin matanya tampak sembab. dia mengingat kembali Galang yang telah dihianatinya. "Galang , maafin aku." "aku akan menjelaskan semuanya nanti." setelah merapikan sedikit penampilannya gladis keluar dari kamar mandi. dan betapa terkejutnya dia melihat Sean yang masih setia menunggu nya disana. "kenap kau melihat ku seperti itu???" ucap sean. gladis langsung memalingkan pandangan nya kelain arah dia takut membuat Sean menjadi murka lagi. "gpp kok,,," Sean kembali menarik tangan gladis membuat dia terjungkal ingin jatuh. dengan cepat Sean meraih tubuh mungil gladis. semua mata tertuju kepada pasangan suami istri tersebut. "wahh..romantis sekali.." "pasangan yang cocok yah." "beruntung sekali gadis itu menjadi nyonya jayadiningrta." banyak bisik bisik para tamu yang datang. semetara Sean memapah badan gladis agar kembali keposisi nya. "apa kau tidak mengenakan matamu!!!!!!!" ucap Sean pelan . "jangan mencari kesempatan untuk mendekati ku." "aku tidak akan pernah tertarik kepadamu." gladis hanya bisa diam terpaku mendengar perkataan Sean. "aduhh sayang ,mami dari tadi nyariin kamu. "terlihat Yasmin datang menghampiri gladis. "maaf mi,tadi gladis ada sedikit urusan." "ia udah gpp sayang. gladis kenpa mata kamu, apa kamu tadi menangis, atau kamu berantam yah dengan sean???" "ehh,,,,enggak mi ini tadi pas mau ke kamar mandi debu masuk mi gladis ngucek ngucek karna perih jadi nya begini ."ucap gladis. "ohhh,,,yah udah gpp sayang." "ayo kita kesana,,,,," Sean menatap kepergian gladis dengan ibunya. dia meraih gawainya yang berada di kantong celana nya. dengan cepat dia mendial nama Rendi. "ia pak???,," "aku ingin kau mencari keberadaan Galang di pesta ini secepat nya." "baik pak." Tut Tut Tut belum sempat Rendi menjawab Sean sudah memutuskan sambungan telepon nya. "aduhh kebiasaan mematikan telepon." "padahal kan aku belum selesai bicara ." gerutu Rendi sambil berjalan mencari informasi perintah bos nya. Galang yang sedari tadi sudah pergi meninggalkan ruangan tersebut. saat ini dia sedang berada di mobil nya. dia meluapakan semua isi hati nya yang hancur. Galang memang sangat mencintai gladis, sangat tulus. "gladis,,, aku yang salah." "aku yang salah pergi tanpa memberi kepastian." tanpa terasa mata nya mengeluarkan cairan bening. Galang memukul mukul stir mobil ny tanpa henti sampai membuat tangan ny luka. "gladis,,,,,kau harus menderita karna ku. maafin aku sayang. aku janji akan menjemputmu." 'bersabar lah." Galang dengan cepat melajukan mobil sport nya. menembus gelap nya malam yang sunyi. sementara rendi mengkerahkan semua para pengawal jayadiningrat untuk mencari keberadaan Galang. namun mereka tidak menemukan apa yang mereka cari. "maaf bos,,target sudah meninggal kan tempat 2 menit yang lalu."lapor salah satu pengawal. "ok,,tetap pantau situasi acara. jangan sampai ada masalah kalau kalian ingin tetap hidup.!!"ucap Rendi. "baik bos." Rendi meraih ponsel nya dan menghubungi Sean. "ia," dengan suara berat terdengar sahutan Sean dari seberang. "pak, Galang sudah meninggalkan tempat 2 menit yang lalu." seperti biasa Sean akan mematikan ponsel nya tanpa mengatakan sepatah katapun. entah perasaan apa yang timbul di hati Sean namun dia sedikit tenang dan lega mendengar Galang sudah meninggalkan pesta nya. dia tersenyum sinis saat menatap gladis yang tertawa lepas dengan gerombolan teman teman ibunya. "jangan harap ingin hidup bahagia dengan nya."'" ucap Sean.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN