setelah acara pesta selesai Yasmin pulang lebih dulu meninggalkan gladis dan Sean.
didalam perjalan Pulang menuju rumah gladis hanya diam Pandangan nya hanya tertuju keluar jendela.
sesekali dia melihat gemerlap nya lampu malam.
pandangan nya tak lepas dari pemandangan yang belum pernah dilihat nya.
Sean yg sedang mengemudi melirik nya sesekali.
tak ada percakapan yang terjadi sampai mereka sampai kerumah.
gladis lebih dulu masuk dengan cepat menuju kamar .
hati nya saat ini perlu sesuatu yg sejuk.
gladis bergegas menuju kamar mandi sekedar menyegarkan pikiran nya.
saat dia sedang asyik merebahkan badan nya sambil memejamkan mata di pemandian.
dia merasa ada yg sedang memandangi nya betul saja Sean sedang berada tepat didepan nya.
"maaf sean,,,,aku lancang memakai kamar mandi mu."
dengan cepat tangan gladis menutupi area sensitif nya.
"hmm,,,,,, setelah tadi kau menggoda lelaki lain sekarang kau mencoba menggodaku """"
"bukan seperti itu sean."
"aku hanya ingin menyegarkan badan ku karna seharian ini badan ku sangat lengket."
Sean melihat tangan gladis yang menutupi lekuk tubuh nya.
"kenapa kau menutup nya."
"aku bahkan sudah pernah menjama nya." ucap Sean sambil tersenyum nakal.
"dengan cepat Sean sudah masuk ke bathtub gladis ."
"jangan pernah mencoba merayu lelaki manapun."
Sean menekan kedua pipi gladis dengan sangat kencang.
"awwww,,,sakit seann lepaskan."
"aku tidak menggodanya."
"aku hanya ingin menjelaskan semua kepadanya."
"hahahahhaha,,,,,kau pikir aku mempercayaimu dengan apa yg kulihat tadi."
"itu semua sal,,,,,,"sebelum gladis selesai mengucapkan katanya Sean sudah lebih dulu melumat bibir gladis yg sangat menggoda menurut Sean.
dengan kasar Sean mencumbu nya,,
Sean memaksa kan lidah nya untuk masuk ke dalam mulut gladis.
gladis mendorong tubuh sean sampai terjungkal ke belakang.
"kau berani menolak ku."
"dasar gadis penggoda."
Sean kembali melumat bibir gladis kali ini Sean tidak memberi celah bagi gladis untuk melawan.
Sean melumat bibir gladis dengan rakus dan kasar sesekali tangan nya merapa kedua gunung kembar kepunyaan gladis di plintirnya p****g s**u membuat suara desahan gladis tak tertahan kan
gladis hanya pasrah dengan perlakuan suami nya dia sadar dia sudah menjadi istri Sean Adi jayadiningrat dan dia harus melaksanakan kewajiban nya walaupun Sean masih sangat membenci nya
semakin lama permainan Sean semakin panas di sedotnya lidah gladis dengan kencang
bibir gladis yg kenyal dan sudah mulai membengkak Krn sedari tadi Sean tak henti melumat nya
kini Sean berpindah kepermainan kedua nya di angkat nya badan gladis ke meja rias yg ada dikamar mandi
direbahkan ny badan gladis dengan lembut gladis merasa perlakuan Sean kali ini sangat berbeda sehingga dia hanyut dalam percintaan yg mereka ciptakan.
hingga akhirnya mereka menyatukan hasrat nya.
setelah melakukan penyatuan gladis yang tampak sedikit malu akan mlm panjang yang mereka lalui.
sementara Sean memilih mengerjakan tugas kantor yang sudah banyak menumpuk.
gladis merebahkan badan nya di lantai.
kali ini dia memakai alas karpet untuk nya merebahkan badan nya.
gladis tampak senyum senyum sendiri mengingat perlakuan Sean kepadanya .
mudah mudahan Sean berubah ucap gladis.
"aduhh apa yang ku pikirkan."
"mana mungkin dia bisa berubah secepat itu."
"mending aku tidur saja."
gladis tertidur karna hari ini dia sangat lelah.
sementara Sean yang sedang sibuk mengutak Atik berkas nya mendapat telfon dari Rendi.
"ia Rendi ada apa? "
"saya sudah mendapatkan informasi tambahan tetang Galang pranomo pak."
"besok saya akan memberikan nya kepada bapak."
"Rendi aku tidak ingin menunggu lebih lama."
"hari ini juga berkas itu sudah harus berada disini."
Tut Tut Tut
Sean mematikan sambunga telepon nya sementara rendi merasa kesal dengan sikap bos nya tersebut.
"dasar bos menyebalkan.!"
"apa dia tidak bisa sedikit bersabar."
"sekarang kan sudah jam 1 malam,
apa dia pikir aku ini robot" gerutu Rendi. yang bergegas menuju rumah Sean.
sampai dirumah Sean ,Rendi langsung menuju ruangan kerja Sean.
dia mengetuk pintu kerja tersebut.
tok tok tok
"ia masuk." terdengar suara Sean dari bilik ruangan.
Rendi masuk dengan raut wajah yang sedikit kesal.
mengiangat beberapa hari ini waktu tidur nya selalu tergangu karena perintah bos nya tersebut.
Sean membaca informasi yang di serahkan Rendi.
dia membaca dengan teliti.
"hanya ini informasi yang kau dapatkan.?"
"adalagi pak , dulu nya Galang bekerja serabutan dia menjauhi apapun yang bersangkutan dengan fasilitas fasilitas kekayaan orang tuanya."
"dulunya Galang kabur ke Bandung."
"dan disana lah dia bertemu dengan nyonya gladis."
"mereka menjalin hubungan lebih dari 1 tahun."
"gladis tidak mengetahui kalau Galang adalah anak dari paranomo."
"gladis mencintai Galang dengan tulus."
"sepertinya Galang ingin menikahi gladis pak makanya dia berbohong kepada gladis ingin merantau mencari pekerjaan."
"padahal dia kembali ke keluarga pranomo."
"hanya itu saja pak informasi nya."
"apa kau ingin mati Rendi !!"ucap Sean.
"ada apa pak?"
"kenapa kau harus mengatakan kalau galdis tulus mencintai lelaki b******k itu!!!!"
"maaf pak !"ucap Sean.
"kau boleh keluar."
Rendi merasa semakin kesal.
Sean meremuk kertas informasi yang ada di tangan nya.
"ohh jadi ternyata mereka saling mencintai dengan tulus."
"hmmm lihat saja nanti aku tidak akan membiarkan kalian saling bertemu sampai kapan pun.""