"mami berangkat yah sayang."
jaga kesehatan dan jangan lupa sering cek kesehatan.
mama akan minta dokter untuk selalu mengirimkan kamu vitamin.
dan satu lagi cepat beri mami cucu.ucap Yasmin kepada galdis sambil memegangi tangan nya.
ia mi,,,,
mami juga jaga kesehatan disana yah.
menantu dan mertua tersebut berpelukan bak anak dan ibu yang harus terpisah jauh.
ohh yah sayang mulai besok kamu sudah harus kebutik.
mami percaya kamu pasti bisa mengembangkan butik baru mama ini sayang.
trimakasih mi sudah selalu percaya dan selalu mendukung gladis.
gladis sangat beruntung bisa mendapatkan kasih sayang dari mami.
gladis berhamburan kepelukan yasmin yang sudah menitikkan air mata nya.
Yasmin merasa iba kepada gladis yang sudah di tinggal kan orang tua nya di panti asuhan masih baru dilahirkan bekas darah dan Ari Ari masih utuh pada saat gladis di buang.
sayang,,jangan sedih mami kan udah pernah bilang, bahwa mami adalah orang tua mu mulai saat ini.
gladis semakin mempererat pelukan nya.
dia wajah nya kini sudah dibanjiri oleh butiran air bening.
Yasmin mengusap lembut pucuk kepala gladis itu membuat gladis sangat senang karna baru pertama kali dia mendapatkan perlakuan seperti itu.
gladis melepaskan pelukan nya.
senyuman tergurat dari wajah nya yang sangat cantik.
makasih mi,,ternyata begini rasa nya di manja ibu ucap gladis tersenyum namun airr matanya tak mau berhenti.
ohh yah sayang, dari kemaren mami menghubungi mu tapi kok gak bisa yah.
ohh ,,ehhk itu mi handpone gladis rusak mi.terpaksa gladis harus berbohong kepada mertuanya tersebut.
ohh yah udah bentar yah sayang.
Yasmin mendial nomor Rendi dan tampak dari seberang berseru.
ia buk??
Rendi saya mau hari ini tolong belikan handphone buat gladis.
ohh ia ibu saya akan mengantarkan nya langsung ke rumah tuan Sean.
ok tolong secepatnya.
Rendi saat itu sedang berada di ruangan Sean untuk memberikan beberapa berkas penting yang harus di tandatangani Sean.
Sean sedang fokus membaca satu persatu berkas berkas nya.
Rendi,,,,,
ia pak sahut Rendi.
kau itu asisten ku apa asisten nya mami???? ucap Sean tanpa melihat lawan bicara nya.
saya asisten nya bapak Sean.
terus kenapa akhir akhir ini kau tampak sibuk menerima perintah dari mami????
Rendi yang bingung menjawab pertanyaan Sean hanya bisa menggerutu.
ya ampun punya bos galak banget,
kan yang merintah juga ibu nya .
terus salah nya dimana.
lama lama aku bisa gila dibuat bos galak ini.
rendiiiiiiiiii,,,,,teriak Sean dengan kencang.
apa kau mau mati terlihat raut wajah Sean datar Namum siapapun yang mendengar ucapan nya pasti akan merinding.
aku bisa dengar apa yang kau ucapkan tadi.
maaf pak.
saya hanya mengerjakan pekerjaan saya siapapun dari keluarga jayadiningrat yang memerintah pasti akan saya laksanakan.
lagian kan yang memberi perintah ibu pak Sean .
apa saja yang sudah diperintahkan mami kepada mu.
mami hanya meminta untuk dibelikan handpone buat nyonya gladis pak.
Rendi ingat pesan Yasmin untuk tidak memberitahukan Sean tentang resep obat yang pernah di beli nya kemaren.
namun Rendi bingung kenapa resep vitamin ginjal tertera nama gladis.
sepengetahuan nya Yasmin lah yang mempunyai kendala ginjal.
rendiiiiiiii,,,,,,
Rendi terkejut akibat melamun dan itu membuat file file yang dipegang nya tadi berhamburan.
ren, apa kau ingin di pecat,,,,,,,,
hehehehe maaf pak lagian bapak buat aku terkejut sih.
kalau bukan karna teman dan kinerja mu yang bagus sudah lama aku menendang mu daru kantor ini.
Rendi merinding mendengar perkataan Sean yang terasa menakutkan bagi nya.
biar aku saja nanti yang membelikan ponsel nya.
baik lah pak.
setelah menyelesaikan pekerjaan nya di kantor Sean berencana akan pulang dan mampir ke toko ponsel.
sesampai nya di toko ponsel Sean membelikan handpone keluaran terbaru.
dia memasangkan kartu baru dan menyimpan nomor nya sendiri.
Sean juga memasang alat pelacak di handpone gladis.
Sean tidak ingin gladis menghubungi atau bertemu kembali dengan Galang.
sesampai dirumah Sean tidak melihat gladis di mana pun.
bi ,, bi asihh panggil Sean.
terlihat bi asih datang menghampiri dengan 3 wanita mengikutinya.
ia tuan??
kemana gladis ?
mungkin nyonya ada dikamar tuan semenjak ibu pergi nyonya terlihat sedih dan murung.
ohh ia tuan ini pembantu yang di minta ibu untuk membereskan rumah dan mengerjakan yang lain nya tuan.
bi asih bisa mengatur nya.
Sean bergegas menuju kamar namun dia juga tak bisa menemukan gladis.
kemana wanita itu pergi.
apa dia ingin lari dari ku.
Sean keluar dari kamar dia mencari keberadaan istrinya tersebut.
setelah lelah mencari Sean tampak melihat seseorang duduk termenung dalam gelap di taman.
kenapa kau duduk di dalam gelap sendirian?
gladis terkejut mendengar suara yang tiba tiba saja menggema.
apa yang kau lakukan disini??
maaf sean aku hanya ingin menghirup udara segar.
Sean melangkah kan kaki nya menuju kamar namun gladis masih tetap diam duduk di tempat.
heii kau,,,apa kau ingin semalaman berada disana. nada suara Sean kini meningkat.
gladis yang mengerti akan hal itu beranjak dari tempat duduk nya dan mengikuti langkah kaki Sean.
sesampai nya dikamar Sean menunjuk paperbag yang dibawanya tadi.
itu ponsel yang dipesan mami tadi.
gladis meraih dan membuka nya dia tampak terkejut melihat ponsel yang sangat bagus.
apa ingin untuk ku??
HH mm ucap Sean sambil melepas satu persatu pakaian nya.
gladis yang melihat itu langsung berbalik .
kenapa kau membelakangi ku.
''ehhh gpp kok."
"trimakasih karna sudah membelikan ku ponsel."ucap gladis.
"kau pikir itu ku beli dengan gratis.!"
"kau harus membayar nya."
"jangan harap bisa memiliki apapun dengan gratis."
Sean berlalu ke kamar mandi meninggalkan gladis yang terpaku sambil memegangi ponsel baru ya.