hari pertama kerja

1011 Kata
pagi ini gladis tampak sibuk memilih pakaian nya. dia masih berada di kamar Sean. setelah pulang kerja nanti seperti nya aku harus pindah dari kamar ini sebelum Sean marah. Sean yang sudah berangkat kerja pagi sekali membuat gladis sedikit lebih tenang untuk menyiapkan diri nya sebelum berangkat ke butik. gladis memilih gaun polos berwarna kuning. penampilan nya kini sangat memukau walau hanya dengan sedikit polesan make up. gladis berjalan dengan cepat munuruni anak tangga. dia juga harus berjalan ke luar perumahan mewah itu untuk mendapatkan transportasi menuju butik. dia berjalan dengan penuh semangat karna ini pertama kalinya bagi gladis menyusuri deretan rumah mewah tempat tinggalnya kini. banyak pasangan mata yang mengagumi kecantikan gladis. gladis yang ramah selalu tersenyum setiap orang yang melintas melihat nya. tanpa terasa gladis telah sampai di jalan raya besar penuh dengan aktivitas orang. dia memilih angkot yang suda ditanyakan nya tadi kepada bi asih. rasanya galdis gak sabar untuk bekerja hari ini. sesampai di butik para karyawan menunduk tanda hormat kepada bos mereka sekarang . "selamat pagi."sapa gladis ramah . karyawab disana membalas sapaan bos nya tersebut. "selamat pagi buk." "perkenalkan saya gladis." "tolong kerjasamanya untuk membimbing saya yah."ucap galdis dengan senyum nya yang manis. karyawan disana tampak terbius oleh kebaikan dan kelembutan gladis. berbeda dengan Sean yang begitu arogan dan pemarah. salah satu karyawan disana menunjukkan ruangan yang telah disiapkan Yasmin. "ibu mari saya antar keruangan ibu." "baik lah."gladis mengikuti langkah kaki karyawan tersebut menuju lantai atas. "silakan masuk Bu." "ini ruangan nya ." "saya pamit kebawah Bu banyak kerjaan yang harus saya kerjakan." "nanti kalau ibu butuh bantuan boleh hubungi saya di bawah buk." "ia trimakasih ....." "nama saya Shinta Bu." "ohh ia trimakasih Shinta." "ia ibu sama sama." gladis masuk kedalam ruangan kerja baru nya. dia begitu terpesona dengan ruang kerja nya yang begitu rapi. Dinding nya terbuat dari kaca yang transparan sehingga dapat melihat keramaian kota. gladis duduk di kursi dan memandangi jalan raya yang terlihat jelas dari ruangan nya. ******* hari ini Galang sangat merindukan gladis. setelah kejadian malam itu Galang mencari tau semua informasi mengenai kejadian yang membuat pujaan hatinya menjadi nyonya jayadiningrat. "gladis maafin aku.!!" "aku pergi terlalu lama dan tidak pernah mengajarimu." "mungkin ini karma ku karna sudah banyak membohongi mu." "aku juga akan membawa mu pergi dari kediaman si b******k itu." Galang tampak mengepal kedua tangan nya mengingat wajah Sean saja sudah membuat nya muak. dari mata mata yang sudah di pekerjakan nya untuk mencari informasi dia tau bahwa hari ini adalah hari pertama gladis kerja di butik. Galang meraih kunci mobil nya dan bergegas menuju kamar tempat kerja gladis. Galang tampak semangat untuk menemui gladis. dia berhenti sebentar di toko bunga untuk memberikan selamat kepada wanita tersebut karna hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Galang memilih bunga mawar putih 100 Tangkai karna Galang tau sedari dulu gladis sangat menyukai mawar putih. dengan cepat galang melajukan kendaraannya menuju butik tempat kerja gladis. saat ini Galang sudah berada tepat di pintu masuk butik sambil memegangi karangan bunga. "ada yang bisa saya bantu pak? "sapa salah satu karyawan dengan ramah. "saya ingin bertemu ibu gladis." "ohh maaf pak , bapak boleh menunggu sebentar biar saya hubungi ibu gladis dulu." "baik lah ."ucap Galang yang tersenyum ramah.kini hati nya sangat bahagia bisa bertemu kembali sang pujaan hati yang kini menjadi istri orang. "maaf pak dengan bapak siapa yah??" "Galang,,,Galang pranomo" ucap Galang dengan senyum mempesona. sentak saja membuat karyawan tersebut Malu malu kucing. Galang yang mengenakan jas navy dengan pesona ny yang sangat memikat siapapun kaum hawa memandang nya pasti akan tergila gila ditambah dengan senyum ramah nya . pokok nya tipe wanita semua umat. karyawan yang tampak jatuh hati kepada Galang tersebut cepat cepat berlalu menuju ruangan gladis. tok tok tok "ia masuk saja."ucap gladis yang tampak sibuk memeriksa beberapa pekerjaan nya. "ia ada apa??" gladis melirik papan nama yang ada di baju nya. "ada apa Rena???" "ada tamu yang ingin bertemu ibu." "tamu???? "gladis tampak sedikit berpikir. "siapa??" "pak Galang Bu pak Galang pranomo." nama yang baru saja di sebut karyawan tersebut membuat gladis tersentak berdiri. gladis tampak gugub dan bingung . mungkin ini saat nya waktu yang pas untuk menjelaskan kepada Galang. gladis menarik nafas nya panjang. sebenarnya perasaan nya masih sama seperti dulu setiap kali ingin bertemu Galang pasti akan gelisah dan deg degan. tapi di atur nya perasaan tersebut agar tidak terbawa perasaan nya. "ohhh ia Rena suruh pak Galang masuk keruangan saya." "baik Bu." setelah karyawan itu berlalu gladis tampak menarik panjang napas nya agar nanti nya dia bisa fokus menjelaskan semua nya kepada Galang. sementara di lantai bawah karyawan tersebut mempersilahkan Galang untuk mengikutinya menuju ruangan gladis. "mari pak ,saya antar ke ruangan ibu." Galang mengikuti langkah kaki karyawan tersebut sambil sesekali tersenyum karna tidak sabar untuk bertemu gladis. tok tok tok ia masuk ucap gladis dari dalam ruangan. karyawan tersebut mempersilahkan Galang masuk dan meninggalkan ruangan tersebut. gladis sangat terkejut melihat Galang yang membawa buket mawar putih yang begitu besar. "Galang , gak usah repot repot ."gladis menghampiri Galang yang tampak tersenyum. "apa kau masih menyukai mawar putih gladis??" gladis tersenyum menanggapi pertanyaan Galang sambil menghirup harum nya bunga tersebut. "gladis aku sangat merindukan mu?" Galang memeluk erat badan gladis sontak membuat gladis terkejut membuat bunga yang dipegang nya tadi jatuh ke lantai. "kenapa kau tidak membalas memelukku sayang." "apa kau tidak merindukan ku?" ucap Galang sendu. pelupuk mata gladis saat ini sudah berkaca kaca dia merasa sangat bersalah kepada Galang. gladis meraih tangan Galang aku juga merindukan mu Galang. tapi kini semuanya sudah berbeda ucap gladis meneteskan air matanya. dengan cepat air mata itu diselanya. "kita cari restoran terdekat dari sini aku akan menjelaskan semua nya Galang." gladis merasa tidak enak hati harus membicarakan urusan pribadinya di tempat kerja terlebih gladis tidak ingin semua karyawan disana nanti nya merasa bahwa gladis berhianat. "yah udah di dekat butik ini ada restoran terdekat." Galang mengambil bunga yang jatuh tadi dan meletakkan nya di meja kerja gladis. "Shinta, saya dan pak Galang mau keluar sebentar." "tolong handle urusan butik sebentar yah." "baik Bu "ucap Shinta......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN