Galang dan gladis menuju restoran terdekat dari butik tersebut.
sesampai disana mereka mencari tempat yang pas untuk membicarakan semua yang telah terjadi.
Galang masih seperti dulu yang memperlakukan gladis dengan sangat baik.
Galang menarikkan kursi untuk gladis dan mempersilahkan nya duduk.
"mau pesan makan apa gla ?"ucap Galang sambil membaca dengan teliti buku menu restoran.
"aku minum orange jus ajah Galang." ucap gladis.
"gak kamu harus makan lihat badan mu terlihat kurus galadis." ucap Galang dengan serius.
"yah udah apa ajah deh."ucap galdis
ok...."
setelah Galang memesan makanan mereka Galang memandangi gladis dengan sangat lekat.
membuat gladis menjadi Malu.
"kenapa kau melihat ku begitu Galang?" ucap gladis.
"gakpapa kok aku hanya mengobati rasa rindu ku yang sudah kutahan selama ini dan aku ingin memuaskan nya sebentar saja ."
Galang meraih tangan gladis dan memegangi nya erat namun gladis menarik tangan nya dengan cepat.
"Galang maafin aku tapi saat ini aku sudah menjadi istri Sean ".ucap nya dengan suara sedikit bergetar.
"gladis kenapa kau tidak menunggu ku???" kini Galang tampak sedikit tunduk untuk menyembunyikan wajah nya yang tampak sedih.
"maafin aku Galang aku salah.
aku menyetujui perjodohan ini karna ada alasan yang tak bisa kujelaskan sekarang."
"sekarang kau sudah beruba gla,,,"
"kau bukan wanita yang dulu ku kenal."
"maafin aku Galang "ucap gladis.
Galang tampak memandangi gladis yang hampir saja menjatuhkan air matanya.
"gladis,apa kau mencintai Sean??"
"apa kau ingin mempertahankan pernikahan kalian??"
Galang menegarkan perasaan nya yang hancur.
"Galang, aku tidak ingin mengakhiri sesuatu yang sudah di persatukan tuhan dalam ikatan pernikahan hanya karna keegoisan dan ketamakan ku."
"sebelum aku mengambil keputusan ini aku sudah berjanji kepada diriku sendir bahwa apapun yang terjadi dia lah yang akan menjadi pasangan ku sampai aku tiada."ucap gladis dengan suara sedikit bergetar.
Galang meneteskan air matanya saat mendengar pernyataan gladis.
harapannya kini sirna.
Namum rasa cinta ny kini kian membara.
"gladis apa kau masih menyisihkan sedikit hati mu untuk ku ?"
gladis tak mampu menjawab pertanyaan tersebut.baginya Galang adalah cinta pertamanya.
Galang adalah orang pertama yang memberinya cinta yang selama ini tidak pernah didapatkan nya.
Galang juga orang pertama yang membuat nya pernah merasakan bahwa hidup itu sangat nikmat jika dijalani dengan hati yang bahagia.
rasa sayang itu belum sepenuh nya pudar dari lubuk hati gladis namun gladis tidak ingin semuanya terluka hanya karna keegoisan nya.
"gladis,,," ucap Galang dengan begitu lembut dan nada suaranya kini sudah bergetar.
"maafin aku karna sudah mempersulit hidup mu."kini air mata Galang tak bisa dibendung nya lagi.
"aku akan terus mencintaimu namun aku akan berhenti mengejar mu."
"aku tidak akan pernah bisa menghapus rasa cinta yang sudah tumbuh memenuhi hatiku."
"tapi aku juga berjanji tidak akan pernah menggangu rumah tanggamu gladis."
kini Galang menghapus pipi nya yang sudah basah sedari tadi.
"gladis aku ingin kau terus bahagia."
Galang tersenyum kepada gladis yang tampak berurai air mata.
"jangan menangis gladis."
"nanti dikira orang aku tidak memberimu makan ."goda Galang yang masih bisa membuat lelucon padahal hatinya sangat hancur.
"jangan menangis gladis hatiku hancur setiap kali melihat mu menangis."ucap Galang di hatinya.
gladis masih tetap menangis mendengar semua perkataan Galang tadi membuat nya tak bisa menghentikan air matanya.
Galang bangkit dari bangku nya kini memeluk gladis dan menepuk nepuk pelan pundak nya.
"jangan menangis lagi gladis."
untuk yang terakhir kali nya gladis memeluk Galang .
"maafin aku Galang."
"aku ingin kau bahagia dan mendapatkan wanita yang bisa membuat mu bahagia."
Galang semakin mempererat pelukan nya.
"aku tidak akan mencari wanita manapun gladis."
"bagiku sekarang sudah cukup mempunyai cinta untuk mu tanpa harus memiliki."
Galang melepas pelukan nya melihat pelayan restoran hendak menuju meja makan mereka yang memeng khusus untuk para VIP.
gladis menyeka air matanya yang sedari tadi membanjiri pipinya.
"maaf pak Bu lama menunggu."
"ini pesanan nya dan selamat menikmati." ucap sang pelayan lalu berlalu pergi.
Galang yang terlihat tegar membenarkan posisi makanan mereka.
"ayo gla kita makan dlu ini sudah jam istirahat."
gladis mengangguk dan menyeruput orange jus nya.
***"""**
sementara Sean yang berada di ruangan nya tampak menelfon seseorang.
"kenap dia tidak mengangkat nya.!!"
"apa yang dia kerjakan sehingga mengabaikan telefon ku.?"
"siall,,,wanita ini selalu menggangu pikiran ku."
Sean menelfon Rendi yang berada diruangan nya.
"cepat kemari.""belum sempat menjawab Sean sudah memutuskan sambungan teleponnya.
Rendi bergegas menuju ruangan bos nya itu sebelum dia nanti nya murka.
toktok tok.
"hmmm masuk" ucap Sean.
"ada apa pak??"
"batalkan hari ini jam makan siang ku dengan kolega."
"hari ini aku ingin ke butik."
"baik lah pak" ucap Rendi lalu ingin berlalu.
"Rendi apa kau ingin mati!!!''teriak Sean dengan ancaman nya yang selalu membuat Rendi merinding.
"maaf pak."
"aku belum menyuruh mu untuk keluar berani sekali kau meninggalkan ku disaat aku ingin meminta pendapat mu."
Rendi kembali dengan raut wajah malas kali ini Rendi pasti akan mendengar cerita tentang rumah tangga bos nya tersebut.
disaat Rendi memberikan masukan dan pendapat pasti dia akan kena marah lagi.
" apa kau sok mau mengajari ku Rendi pendapatmu tidak pernah bagus aku adalah Sean Adi jayadiningrat pengusaha terkaya nomor satu seantera jagat ini aku tidak ingin harga diriku jatuh hanya karna seorang wanita." yahhhh pasti itu lah yang akan dilontarkan Sean saat Rendi nanti nya memberikan pendapat saat diminta.
"ada apa pak Sean?" ucap Rendi.
"hari ini gadis itu bekerja untuk yang pertama kalinya."
"apa aku tidak terlalu murahan sekali datang kesana dan mengucapkan selamat."
Rendi menarik nafas nya panjang.
"pak, dia itu istri bapak kenapa bapak harus merasa rendah hanya untuk bertemu dan mengucapkan terimakasih kepada istri sendiri."
"belikan nyonya bunga untuk memberikan nya selamat atas hari pertamanya bekerja." ucap Rendi
"diam lah!!' ucap Sean tiba tiba.
"kenapa kau malah mengajariku."
"aku hanya meminta saran sajah.!"
"aku tidak akan melakukan apapun yang kau sarankan tadi,
pendapatmu tidak pernah bagus, aku adalah Sean Adi jayadiningrat orang terkaya nomor satu seantera jagat ini aku tidak ingin harga diriku jatuh hanya kerena seorang wanita."ucap Sean dengan penuh penekanan.
sementara rendi hanya melongos kesal dengan sikap bos nya yang angkuh dan menyebalkan.
"sekarang kau beleh keluar!"
Rendi melangkahkan kaki nya dengan cepat sebelum nantinya bos Gilak ny itu kembali manggilnya.