D&W 11

1681 Kata
Tidak terasa sudah seminggu sejak Fiona berada di Silvermoon pack dan hari ini adalah acara penobatannya sebagai Luna. Para omega sudah sibuk kesana-kemari untuk menyiapkan makanan ataupun menata tempat. Kembarannya pun sudah datang kemarin bersamaan dengan para pemimpin clan Immortal. Bahkan saat baru datang Felycia langsung berlari menghambur kepelukan adik kembarnya. Saat ini Fiona sedang bersiap di dalam kamarnya. Kini riasan nya sudah selesai saatnya mengganti pakaian nya. Dress putih tanpa lengan yang menyapu lantai dengan hiasan berlian di sekitar d**a turun hingga pinggang yang pas di tubuh Fiona. Rambutnya diikat setengah dikepang lalu sisanya dibiarkan tergerai. Terkesan sederhana tapi mewah. Fiona yang pertama kali menggunakan dress sepanjang ini sebenarnya risih tapi apa mau dikata, dia akan menjadi seorang Luna yang artinya ibu dari Silvermoon pack dia harus terbiasa. Sean yang masuk kedalam kamar untuk menjemput matenya pun terpesona. Hingga tanpa sadar Sean mematung di depan pintu. Para omega yang membantu calon lunanya bersiap terkekeh melihat tingkah konyol Alphanya yang berdiri di depan pintu. Fiona menoleh kearah pintu “apa aku terlihat aneh Sean?” tanya Fiona Sean yang tersadar dari keterkagumannya segera berkata, “tidak Fio, kau terlihat luar biasa sempurna” ucap Sean. “Ayo semua orang menunggu kita” Sean maju kearah Fiona lalu mengulurkan tangannya yang disambut gugup oleh Fiona. Mereka berjalan kearah pintu aula. Saat pintu aula terbuka dan masuklah Sean dan Fiona semua mata para undangan langsung terpusat pada Fiona. Fiona yang merasa menjadi pusat perhatian menunduk malu. “Angkat kepalamu, mate” perintah Sean “Aku malu Sean” jawab Fiona setengah berbisik “Apa yang membuatmu malu. Kau terlihat luar biasa cantik hingga aku ingin mencongkel mata pria yang melihat kaearahmu sekarang” terdengar geraman tertahan Sean. “Aku disampingmu” lanjut Sean Mendengar ucapan Sean dan genggaman tangan Sean pada tangannya membuat Fiona sedikit merasa tenang. Fiona mulai mengangkat wajahnya dan berjalan dengan percaya diri. Saat itulah semua mata yang berada di aula berdecak kagum melihat kecantikan Fiona. Mereka juga berdecak kagum saat melihat Felycia pertama kali. Tidak bisa dipungkiri anak para Dewa Dewi memang tidak bisa diragukan lagi wajahnya. Saat mereka sudah berada di atas panggung acara penobatan pun segera di mulai. * Fiona kini berada di balkon sambil melihat pesta penyambutannya yang masih di gelar. Setelah serentetan acara penobatan yang membuatnya pusing tadi Sean memperkenalkannya kepada para penguasa serta pasangan mereka. Hingga satu jam setelahnya Fiona merasa pusing berada di tengah lautan orang banyak dan meminta kepada Sean untuk naik keatas terlebih dahulu. Untung Sean mengerti jika dia tidak begitu suka berada di keramaian. Fiona juga tadi sudah sempat berkenalan dengan ayah Sean yang baru kemarin pulang ke pack. Tiba-tiba ada lengan yang melingkari pinggangnya. Fiona sudah tidak terkejut lagi akan lengan itu. Fiona masih tetap melihat kearah bawah. Dia bisa melihat Felycia yang sedang berdansa dengan matenya dengan raut yang begitu bahagia. Melihat hal itu Fiona tanpa sadar tersenyum. “Apa yang membuatmu tersenyum mate?” tanya Sean sambil merapatkan pelukannya “Felycia” jawab Fiona pendek “Ada apa dengan kembaranmu?” Sean menyerngit bingung “Dia terlihat bahagia bersama Richard. Padahal saat dia akan dibawa oleh Richard dia menagis meraung-raung tidak ingin pisah denganku. Lihat sekarang, bahkan dia tidak menoleh kearahku. Dasar” ucap Fiona sambil terkekeh “Meskipun kalian sekarang sudah tidak tinggal bersama tapi kalian masih menemui satu sama lain kan. Meskipun tidak seintens dulu” “Ya, kau benar Sean. Tapi aku merindukan ketika kita menjalankan misi bersama dan bertengkar dengan hal yang tidak penting” wajah Fiona seketika murung “Hey lihat aku” Sean membalikkan badan matenya. “Seberapa dekat kalian, pasti adawaktunya kalian berpisah karena memiliki pasangan masing-masing. Tetapi bukan berarti kalian tidak bisa saling Bersama. Bagaimana pun kalian adalah saudara” ujar Sean menenangkan matenya “Ya kau benar” Fiona menelusupkan tubuhnya kedalam pelukan hangat Sean Sean mengelus punggung wanita yang ada di pelukannya. “Dengar. Jika aku tidak sibuk kita bisa pergi ke pack Richard” Fiona menganggukkan kepalanya “Sekarang kita ke kamar, oke” Fiona yang berada di pelukan Sean mendongak “Bagaimana dengan para tamu?” tanyanya “Kau tenang saja. Ada mommy dan daddy yang mengurusnya” Sean menarik tangan matenya agar mengikuti langkahnya *** Setibanya di kamar Fiona segera pergi mengganti pakaiannya. Sedangkan Sean menenangkan serigalanya yang ribut di dalam dirinya ‘Kapan kau akan menandainya Sean?’ “Hari ini Allard, bersabarlah” ‘Jangan sampai mengundurnya. Aku sudah tidak tahan’ “Kau pikir aku tahan?” ucap Sean jengkel Sean kadang berpikir kenapa dia bisa mendaptkan wolf yang cerewet seperti Allard Ceklek~ Suara pintu terbuka mengalihkan atensi Sean dari pertengkarannya dengan wolfnya. Fiona keluar dengan memakai gaun tidur yang tipis hingga membuat lekuk tubuhnya terlihat. Sean meneguk ludahnya kasar dan daerah selatannya sudah meronta minta di keluarkan. Tahan dirimu Sean. Belum waktunya ucap Sean memantrai dirinya sendiri agar tetap bisa mengontrol dirinya sendiri. Fiona yang duduk dipinggiran ranjang langsung Sean tarik hingga jatuh terlentang di ranjang. Sean naik keatas tubuh Fiona, mengungkung tubuh Fiona di bawah kuasanya. Fiona yang terkejut membelalakkan matanya. “Apa yang kau lakukan, Sean?” tanya Fiona “Menandaimu” setelah mengatakan itu kepala Sean turun dan mulai mengendus leher Fiona “Sean apa harus sekarang kau menandaiku?” suara Fiona terdengar gugup di telinga Sean tapi itu tidak menjadi penghalang untuk Sean menghentikan apa yang dia lakukan. “Iya, sayang. Harus sekarang” Sean mulai mengecup leher Fiona seakan mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sean kemudian menjilat area leher yang akan dia tandai. Kemudian Sean dengan perlahan menancapkan taringnya diperpotongan leher Fiona. Fiona yang merasakan ada sesuatu yang mengoyak lehernya menjerit yang langsung dibungkam oleh tangan Sean. Fiona mencakar lengan Sean yang dia genggam sebagai pelampiasan rasa sakit. Lehernya terasa panas dan perih disaat bersamaan. Saat Sean menarik taringnya dari leher Fiona terlihat sebuah tato serigala yang mendongak dan diatasnya ada bunga teratai mekar yang indah. Tato itu berada di sebelah tanda lahir Fiona. Sean kembali menjilat leher Fiona untuk menutup luka bekas taringnya. Seketika luka itu langsung menghilang tidak tersisa. Fiona yang sudah tidak merasa sakit di lehernya diserang kantuk hingga dia tidak kuat untuk membiarkan matanya tetap terbuka. Fiona segera terlelap di pelukan Sean. “Tidurlah, mate. Kurasa cukup untuk hari ini” ucap Sean sambil mengelus pipi Fiona “Sekarang hanya tersisa satu proses lagi yaitu mating. Setelah itu kita akan benar-benar menjadi satu dan kau tidak akan bisa kemana-mana mate” ucap Sean lalu mengecup dahi Fiona dan ikut berbaring di sisi Fiona. Dalam hitungan menit Sean sudah berlayar kealam mimpi. *** Di pagi hari yang cerah ini Sean sudah duduk di kursi kerjanya sambil membaca berkas-berkas yang tiada habisnya. Sean mendengus kesal, padahal pagi ini rencananya dia ingin bermanja-manja pada Fiona. Terkutuklah Betanya yang memindlink Sean dengan brutal di pagi buta hingga membuatnya terkurung dengan berkas yang tiada habisnya. Fiona yang terbangun meraba ranjang sampingnya. Saat merasa ranjang sampingnya kosong Fiona menyerngit bingung. Saat membuka matanya Fiona tidak menemukan Sean. Biasanya Sean tidak pernah bangun sebelum dia mengomel Panjang lebar. Tidak biasanya, pikirnya. Saat bangun Fiona merasakan sedikit sengatan di lehernya. Saat selesai membersihkan diri Fiona segera turun untuk mengisi perutnya. Sekarang mereka hanya tinggal berdua di mansion sedangkan para Omega akan pulang saat malam. Orangtua Sean tinggal di salah satu mansion tidak jauh dari mansion utama. Mereka ingin memberi waktu bagi Sean dan Fiona agar lebih dekat lagi. “Kemana Sean?” tanya Fiona pada salah satu omega “Alpha Sean berada di ruang kerja, Luna. Alpha sudah berada di sana dari pagi buta” jawab sang omega sambil menunduk hormat “Baiklah, kembalilah” titah Fiona “Baik Luna” Setelah omega itu pergi Fiona segera menghabiskan makanannya dan menyusul Sean ke ruang kerjanya. Sambil membawa nampan berisi makanan karena dia yakin Sean belum makan apapun. Ceklek~ Sean yang mendengar pintu ruangannya di buka mendongakkan kepalanya. Saat melihat yang masuk adalah matenya senyuman Sean langsung merekah. Sean tidak mengalihkan pandangannya dari Fiona yang sedang berjalan kearahnya dengan membawa nampan di tangannya. Fiona menaruh nampan di meja Sean setelah menyingkirkan kertas yang berserakan di meja Sean. Fiona kemudian mulai menata makanan yang dibawa dengan segelas air putih. “Makanlah. Aku tahu kau belum makan kan Sean?” perintah Fiona Sean menganggukkan kepalanya, “kau benar. Setelah membangunkanku Kai langsung menyeretku untuk menyelesaikan ini semua” adu Sean seperti anak kecil “Karena itu sekarang aku bawakan makanan. Sekarang makan lah” “Suapi aku” “Sean” peringat Fiona “Ayolah, sayang. Aku harus segera menyelesaikan laporan ini” Sean membujuk Fiona dengan puppy eyesnya “Baiklah. Dasar manja” Sean yang mendengar jawaban Fiona tersenyum girang. Sean mulai membaca laporannya lagi dan mulutnya mengunyah makanan yang disuapi oleh Fiona. *** Sean dibuat pusing dengan masalah yang terus-menerus datang dalam dua bulan hingga membuatnya harus menunda proses mating dengan matenya. Ini sudah tiga bulan sejak Fiona dinobatkan sebagai Luna tapi dua bulan belakang ini banyak sekali masalah yang datang. “Alpha” panggil Kai “Ada apa Beta?” “Terjadi p*********n di bagian barat. Kerusakannya pun cukup parah. Kali ini yang menyerang para monster dan juga beberapa Cyclops” Sean menjabak rambutnya frustasi. Kai yang melihat Alphanya hanya bisa meringis. Dia juga kasian kepada Alphanya. Tapi memang hampir semua tempat sedang mendapat serangan gila-gilaan mulai dari monster, orc, cyclops, raksasa dan masih banyak lagi. Bahkan ada beberapa makhluk yang tidak mereka ketahui namanya. “Evakuasi warga yang selamat ke tempat aman Kai. Kita tidak tahu apa akan ada serangan lanjutan atau tidak. Letakkan beberapa warrior terbaik kita untuk berjaga-jaga dan jangan sampai lengah. Perketat penjagaan di berbagai perbatasan terutama bagian barat. Karena di bagian barat langsung tertuju kehutan kutukan siapa tahu musuh berada di sana. Jika ada pergerakan mencurigakan segera lapor sekecil apapun. Karena kita harus meminimalisir kerusakan yang terjadi.” Perintah Sean yang langsung di patuhi oleh Kai. Kai kemudian undur diri dan segera melakukan apa yang di perintahkan oleh Sean. Mereka saat ini tidak bisa meminta bantuan dari pack lain maupun klan lain. Karena keadaan mereka sama-sama mendapatkan serangan dari musuh. *** To Be Continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN