D&W 10

1818 Kata
“Baiklah kita akan mengadakan pernikahan sesuai keinginan mu. Tapi bersiaplah minggu depan acara penobatanmu menjadi Luna di Silvermoon pack dan kau tetap akan tidur disini denganku mulai malam ini” ucap Sean tidak mau dibantah “Kenapa cepat sekali Sean? Aku belum siap” rengek Fiona Sepertinya Fiona sudah mulai nyaman dengan Sean hingga tanpa sadar dia menunjukkan sisi lain dari dirinya. “Mereka sudah menunggu Luna mereka dari lama sayang” Sean kembali menarik Fiona kedalam pelukannya, “nyaman sekali” ucap Sean Fiona yang berada di pelukan Sean hanya mendengus geli. Kenapa pria yang mengaku matenya ini suka sekali memeluknya. “Dasar pemaksa” Sean yang mendengar ucapan lirih matenya hanya tersenyum. Sean sudah tidak sabar untuk acara minggu depan karena setelah acara penobatan dia akan segera menandai Fiona. Fiona yang menyadari sesuatu mendongak melihat kearah Sean. Sean yang merasa Fiona melihat kearahanya menaikkan alisnya. “Ada apa?” tanya Sean “Kau bilang jika mate Cia adalah temanmu sejak kecilkan?” “Iya, aku bilang begitu” Fiona tersenyum kearah Sean hingga membuat pria itu terpanah. Ini pertama kalinya matenya tersenyum seperti itu padanya. Tapi mendadak dia merasa merinding. “Ada apa denganmu senyummu itu Fio?” “Boleh aku menemui kakakku?” “Tidak” tolak Sean Fiona menatap Sean dengan kesal “kenapa?” “Kau minggu depan juga akan bertemu kakakmu Fiona. Dia akan kemari diacara penobatanmu” “Kau yakin kakakku akan datang?” Sean mengangkat tangan kanannya dan mengelus rambut Fiona yang terasa halus di tangannya “tentu saja, sayang. Dia mate seorang Alpha yang juga temanku, bagaimana bisa dia tidak datang” “Apa aku hanya bisa bertemu dengannya minggu depan saja? Tidak ada lain kali?” tanya Fiona sedih “Tentu tidak. Kau bisa bertemu dengan kakakmu tapi tidak bisa setiap hari. Bagaimana pun dia sudah punya mate sekarang. Tapi tenang saja kau masih bisa menemuinya” jelas Sean Mata Fiona berbinar terang mendengar jika dia bisa bertemu dengan kakaknya. Meskipun tidak setiap hari setidaknya dia bisa bertemu kembarannya dan Sean tidak melarangnya. Sean yang melihat binar bahagia di mata matenya tersenyum lega. “Kau senang?” tanya Sean yang diangguki oleh Fioana “Sekarang ayo kita istirahat” Sean melepas pelukannya kemudian menarik tangan Fiona untuk berjalan kearah ranjang. Setelah mereka sama-sama sudah berada di tempat tidur Sean kembali menarik Fiona masuk kedalam pelukannya. Fiona yang sudah malas mendebat kelakuan Sean pun hanya diam saja membiarkan Sean memeluknya layaknya guling. *** Fiona bangun pukul 7 malam. Dia merasakan sebuah lengan melingkar di perutnya dengan posesif. Fiona mencoba menyingkirkan lengan Sean karena dia ingin membersihkan diri. Sean terbangun saat matenya mencoba menyingkirkan lengannya dengan tidak rela Sean kembali menarik tubuh matenya merapatkan dengan tubuhnya. Fiona terpekik karena tingkah mendadak Sean. “Sean aku ingin membersihkan diri. Lepaskan pelukanmu” perintah Fiona “Sebentar lagi mate” yang di balas Sean dengan suara serak bangun tidurnya “Ini sudah hampir makan malam, Sean. Perutku lapar. Dari tadi kau mengurungku disini” protes Fiona Sean membuka matanya, “kau lapar?” tanya Sean “Iya, dan semua ini karena kau yang mengurungku seharian tanpa memberiku makan” jengkel Fiona Sean yang mendengar ucapan Fiona merasa bersalah. Rasa ingin bersama matenya membuatnya lupa memberi makan matenya yang sedari datang ke packnya hingga sekarang. Sean kemudian melepaskan pelukannya sehingga Fiona segera beranjak ke kamar mandi membersihkan dirinya. Sean pun segera keluar dan membersihkan dirinya di kamar mandi lain agar menghemat waktu. Meskipun sebenarnya dia ingin membersihkan diri bersama matenya. Tapi sebelum itu terjadi bisa-bisa dia berada di dalam bola air buatan matenya. Mengingat matenya adalah anak Poseidon God of the Sea. Setelah mereka berdua selesai membersihkan diri mereka turun kelantai bawah untuk makan malam. Di meja makan sudah Lily, Kai, Reese dan Olyvia yang sudah datang. Mereka semua serempak menolehkan kepalanya saat salah satu Omega mengatakan Alpha dan calon Luna sedang menuju keruang makan. “Sean kau tega sekali mengurung matemu hingga dia tidak makan seharian” Sean yang mendapat teguran dari ibunya hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Dia benar-benar lupa saat bersama matenya. Mereka kemudian duduk dan para omega segera menghidangkan makan malam. Saat semua hidangan ada di depan matanya Fiona seakan lupa dia berada di mana. Fiona segera mengambil makanan dan mulai acara memakannya. Dia tidak peduli dengan pandangan orang di sekitarnya salahkan saja Sean yang lupa memberinya makan. Sean membersihkan sisa saus yang berada di sekitar bibir Fiona. “Pelan-pelan sayang. Tidak ada yang akan mengambil makananmu” ucap Sean “Aku lapar Sean. Sebelum kesini aku belum memakan sarapanku” ucap Fiona dengan pipi menggembung “Maafkan aku. Hingga membuatmu kelaparan seperti ini” ucap Sean mengelus pipi Fiona dengan sayang Fiona kembali melanjutkan acara makannya. Olyvia yang berada di samping Fiona mengambil beberapa lauk yang Fiona sukai. Fiona memberi senyuman kepada Olyvia. “Reese, Olyvia. Setelah ini bisa kalian keruang kerjaku. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian” ucap Sean yang dibalas anggukan oleh mereka berdua. Setelah acara makan malam selesai Sean berada di ruang kerjanya berhadapan dengan Reese dan Olyvia. “Bisa beritahu aku apa yang disukai mateku dan apa yang mateku benci?” tanya Sean “Fiona menyukai makanan pedas, terutama makanan laut. Dia sangat menyukai pakaian yang nyaman menurutnya tapi tidak dengan dress dia tidak begitu menyukainya. Perlakukan dia dengan hangat maka dia akan sedikit demi sedikit akan memmbuka diri dan mau menerima Alpha sebagai takdirnya” jelas Olyvia “Fiona membenci kebohongan dan penghianatan sekecil apapun. Fiona pengingat yang baik, jika kau melukainya dia akan mengingatnya seumur hidup. Jadi berhati-hatilah dalam berkata maupun tindakan. Fiona memang pendiam tapi dia mengamati sekitarnya. Fiona tidak pernah berbohong jadi saat dia membeberkan suatu fakta atau kebenaran memang itulah yang terjadi. Jangan meremehkan dia” lanjut Reese “Aku akan mengingat dengan baik apa yang kalian bicarakan hari ini. Kalian tenang saja” ucap Sean dengan bersungguh-sungguh. Klekk~ Sean masuk kedalam kamar melihat matenya yang sudah tertidur. Sean mendekat kearah ranjang kemudian duduk di pinggir ranjang. Wajah Fiona terlihat polos saat tertidur. Setelah puas melihat wajah matenya Sean beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sekitar 30 menit berada di kamar mandi Sean keluar dengan handuk yang berada di pinggangnya. Sean berjalan kearah walk in closet. Setelah memakai celana training Panjang tanpa mengenakan atasan Sean naik ketempat tidur dan masuk kedalam selimut sambal memeluk Fiona dan berangkat kedunia mimpi menyusul matenya. *** Sinar matahari masuk di celah gorden kamar Sean yang langsung mengenai wajah Fiona. Fiona yang merasa tidurnya terganggu membalikkan badannya dan memeluk Sean lalu mencari tempat yang nyaman di pelukan Sean dan kembali tertidur. Sean membuka matanya karena gerakan Fiona yang menyamankan dirinya di pelukan Sean. Sean yang melihat itu hanya tersenyum lalu memeluk Fiona dengan erat membuat Fiona semakin lelap dalam tidurnya. Sekitar sepuluh menit Sean tetap memeluk Fiona dalam tidurnya hingga mata itu mulai terbuka. Fiona mengerjapkan matanya. Saat pandangan matanya sudah mulai jelas yang di lihat adalah d**a bidang Sean yang bersih dan tidak ditumbuhi bulu. “Sudah selesai mengaguminya? Tenang saja itu milikmu” ucap Sean jahil Fiona yang sadar jika dirinya dari tadi melihat d**a bidang Sean pipinya langsung memerah sempurna. “Sean kenapa kau tidak memakai baju?” protes Fiona “Aku memang selalu tidur seperti ini. Biasakan mulai sekarang” jawab Sean “Lagipula kau bisa melihatnya setiap bangun tidur kan?” goda Sean “Yang benar saja” Setelah berbicara seperti itu Fiona menyingkirkan lengan Sean yang melingkari pinggangnya dan beranjak ke kamar mandi. Dengan usilnya Sean berkata, “mau mandi bersama, mate?” “KAU MAU MATI?” teriak Fiona Sean yang mendengar teriakan matenya hanya terkekeh geli. Ternyata menggoda matenya cukup menyenangkan dan menghilangkan setres. Sekitar 15 menit Fiona sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Fiona berdecak melihat Sean yang kembali tidur. Fiona segera menghampiri Sean dan melempar handuk yang dia pakai untuk mengeringkan rambutnya kearah Sean. Sean yang terkejutpun langsung terlonjak bangun. “Cepat mandi Sean. Udara cukup dingin. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu” Mendengar ucapan matenya yang telah menyiapkan air untuknya membuat mata Sean berbinar. “Kau menyiapkan air untukku?” tanya Sean yang di balas anggukan Fiona. Sean segera berlari ke kamar mandi “Siapkan pakaianku juga, sayang” teriak Sean dari dalam kamar mandi “Dasar. Melunjak” Setelah selesai berpakaian Fiona dengan menggerutu berjalan kearah lemari Sean untuk menyiapkan pakaian yang akan di kenakan hari ini. Setlah menyiapkan pakaian Sean, Fiona turun ke bawah dia tertarik dengan kebun bunga di belakang rumah. Sean yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian mulai keluar mencari keberadaan matenya yang tiba-tiba pergi dari kamar mereka. Saat sedang menuruni tangga Sean bertemu dengan Lily. “Mom, kau lihat dimana Fiona?” tanya Sean “Aku tidak lihat, Sean. Mommy baru saja keluar dari kamar” jawab Lily Sean kemudian menyusuri Lorong kearah belakang tapi masih belum menemukan keberadaan matenya. Sean sampai di taman bunga milik mommynya tapi matenya tetap tidak di temukan. Saat tadi Sean berpapasan dengan salah satu Omega dan menanyakan keberadaan matenya, omega itu bilang matenya berada di taman bunga ibunya. “Kemana lagi kau, mate” gumam Sean masih menyusuri area belakang mansion yang bisa di bilang cukup besar. Sean yang sedari tadi mencari kemana matenya pun dibuat menghela nafas ketika melihat matenya sedang duduk melihat para warrior yang sedang berlatih pedang. Fiona yang melihat para warrior berlatih pedang dengan shirtless tidak menyadari aura menyeramkan yang berasal dari belakangnya. “Mulai saat ini, kalian semua pakai baju kalian saat berlatih” ucap Sean dengan Alpha tonenya. Fiona yang mendengar suara Sean dibelakangnya berjengit kaget. Para warrior pun tergopoh-gopoh memakai pakaian mereka. Fiona yang melihat hal itu menoleh kearah Sean dengan mata protes “Ada apa dengan tatapanmu?” tanya Sean “Kenapa kau menyuruh mereka memakai pakaian mereka kembali?” “Apa yang kau lihat memang, hm?” ujar Sean sambal menarik matenya berdiri “Apalagi. Tentu saja perut sixpack mereka” ucap Fiona tanpa tahu ada kilatan marah dari mata Sean. Begini-begini dulu saat di Camp Halfblood dia, Cia dan Krystal tidak pernah absen untuk melihat para Demigod pria yang berlatih. “Aku juga punya Fio. Kau bisa melihat sepuasmu bahkan menyentuhnya” Tangan Fiona, Sean bawa untuk menyentuh perutnya yang tidak kalah sixpack dari warriornya “Berbeda Sean” “Apa yang berbeda, hm? Mulai saat ini kau tidak aku ijinkan untuk kemari” ucap Sean penuh penekanan “Kenapa tidak boleh?” “Matamu harus dijaga sayang. Matamu hanya boleh melihat kearahku bukan pria lain” ucap Sean posesif “Dasar posesif” “Itu nama tengahku” Fiona yang cemberut membuat Sean tidak tahan hingga Sean mencuri ciuman dibibir Fiona. Fiona yang terkejut melebarkan matanya dan wajahnya seketika memerah. Ciuman pertamaku~ Sean yang melihat wajah matenya hany terkekeh. Kemudian menarik Fiona untuk masuk kedalam mansion untuk sarapan. Matenya tidak boleh telat makan lagi seperti kemarin. *** To Be Continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN