Chapter 22

2720 Kata

Satu minggu sudah berlalu tapi keadaan Gabriel masih tetap sama. Gabriel belum juga membuka mata dan tidak memberikan reaksi apapun lagi selain hanya mampu menggenggam tangan dan juga menggerakkan kelopak mata. Gabriel belum benar-benar sadar, lelaki itu masih saja seperti itu tanpa memberikan kemajuan yang lebih signifikan. Namun meski begitu Adara selalu dengan setia menunggu Gabriel, menceritakan seluruh kisah mereka dan terkadang menceritakan kejadian yang Adara lewati hari itu.  Adara tak pernah bosan, meskipun ia harus menceritakan kisah yang selalu sama, karena sebenarnya mereka tidak begitu banyak menyimpan kenangan manis.   Suara dengusan terdengar begitu tajam, membuat Adara menoleh tapi beberapa saat kemudian bangkit seraya menundukan kepala lalu membungkuk, sebagai tanda peng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN