“Welcome back.” Sean terkekeh melihat Ibunya yang tersenyum lebar seraya merentangkan tangan. Ia kemudian mendekat ke arah Allena hendak memberikan sebuah pelukan. Tapi ternyata ibunya itu menepis tangannya seraya memberi tatapan tajam. Setelah itu tersenyum lebar kembali lalu memeluk Rose yang kini berdiri di sampingnya. Sean menghembuskan nafas pelan. Cemburu melihat pemandangan itu. ia mendesis kecil. “Oh jadi sekarang anak kesayangan Mama bukan aku lagi?” “Memang kau anakku?” goda Allena. “Ma!!!” Sean mencebikkan bibir. “Sudah menjahiliku dan membuat jantungku hampir berhenti berdetak. Sekarang tak mengakuiku lagi sebagai anak? Aku memang sangat mengenaskan.” Ujar tajam Sean kemudian beranjak pergi. “Hei ... Mama cuma bercanda. Mama hanya ingin tahu saja kesungguha

