Sean termenung dengan kedua tangan yang saling bertautan dan iris mata yang menatap kosong ke arah pantai. Isi kepalanya masih memikirkan tentang Adara dan semua perkataan tajam yang perempuan itu layangkan. Benaknya semakin bertanya-tanya ketika mengingat bagaimana emosionalnya tanggapan Adara. Apakah langkahnya untuk memberitahu Adara adalah sebuah kesalahan? Mengapa ia seolah menjadi tersangka padahal di sini ia hanya berniat baik untuk memberitahukan kebenarannya. Namun jujur ... ia cukup terkejut dengan pertanyaan Adara. Mengapa ia datang? Apa tujuannya datang? Sungguh ... ia baru menyadari betapa impulsifnya dia ketika mengambil keputusan. Begitu ia tahu tentang Adara berangkat ke Maldives ia pun segera menyusul dengan penerbangan berikutnya. Mengapa ia melakukan itu? Benarkah i

