Raffy mendengar pintu kantor yang terbuka, di sana berdiri Grace membawa sebuah note. Melihat Raffy yang tersenyum, Grace secara spontan menghampirinya dan tersenyum. Di luar dugaannya, Raffy mengendongnya dan memutar sambil tertawa. “Stop… stop, Sayang… aku pusing.” Pinta Grace menepuk lembut bahu Raffy, saat berhenti Raffy meraih wajahnya cepat dan mengulum bibirnya dalam. “I love you.” Kata Raffy happy. “I love you too.” Grace menatapnya Raffy bingung, “Kamu happy sekali.” “Emang enggak boleh happy? Aku bertemu dengan istriku dan tentu saja aku happy.” Grace ikut tertawa mendengar jawaban Raffy. “Sudah selesai? Kamu pasti lapar.” Lanjut Raffy. “Ya. Aku hanya perlu membuat satu panggilan telepon dan mematikan komputer. Wait ya.” Grace kembali mengecup bibir Raffy dan berjalan menuju m

