Padang rumput hijau terpampang jelas di depan mataku. Aku tidak tau dimana ini. Sepanjang matanya memandang, Aku hanya bisa melihat rumput dan pepohonan. Aku terus berjalan lurus menyusuri padang rumput itu. Mencoba untuk mencari tau apa saja yang ada disini.
Saat sedang berjalan melihat-lihat sekitarku, Aku melihat sebuah siluet seorang gadis yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Gadis itu terlihat sedang berlari bersama rubah yang berwarna cukup aneh di mataku.
Aku pergi mengikuti terus kemana gadis itu pergi. Aku mulai merasa penasaran kenapa di tempat seperti ini bisa ada seorang gadis cantik yang berteman dengan rubah. Itu sungguh aneh.
Gadis itu terus berlari menuju cahaya terang yang ada di hadapannya. Aku mengikutinya yang perlahan mendekat ke arah cahaya itu. Dan perlahan-lahan gadis itu hilang dibalik cahaya disana.
***
"Jeon Jong Gu! Bangun atau keluar dari kelasku saat ini juga." Jong Gu merasa sakit di bagian belakang kepalanya. Saat Jong Gu membuka matanya, wajahnya terlihat begitu kaget saat melihat pak guru yang sudah berdiri tepat di belakangnya saat ini.
Jong Gu bangun dan melirik ke arah Ji sin. Jong Gu menatap Ji Sin dengan tatapan tajamnya. Kenapa bisa dia tidak membangunkan Jong Gu yang tertidur saat belajar seperti ini. Ji Sin langsung memalingkan pandangannya saat Jong Gu terus menatapnya.
"Apa kau tidak dengar apa yang ku katakan tadi? Keluar kau dari kelasku sekarang juga!" Pak Guru berbicara dengan nada tingginya. Jong Gu bahkan khawatir jika pita suara gurunya saat ini akan sakit karena banyak berteriak.
Jong Gu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kelas. Jong Gu keluar tanpa melihat ke arah Pak Guru yang tadi mengusirnya dari kelas.
Jong Gu melihat koridor kelas yang terlihat sangat sepi. Murid yang lain sepertinya sudah masuk semua kedalam kelasnya masing-masing. Jong Gu terus berjalan keluar menuju lapangan olah raga. Lapangan terlihat begitu sepi saat Jong Gu tiba disana. Dia duduk disalah satu kursi yang ada disana. Di tangannya ada earphone yang dibawanya tadi dari dalam tas. Saat hendak memakai earphonenya, Jong Gu melihat seorang gadis yang membawa tempat sampah berjalan masuk kedalam kelas. Bukannya ini masih jam pertama pelajaran? Kenapa gadis itu sudah membuang sampah? Pikir Jong Gu. Saat gadis itu berjalan melewati Jong Gu, Jong Gu hanya terdiam melihatnya berlalu dari sana. Jong Gu mengabaikan gadis yang lewat tadi dan langsung mengambil ponsel dan mulai menyalakan musik disana.
Suara musik yang memasuki telinganya membuat Jong Gu merasa nyaman. Jong Gu menutup matanya dan menikmati musik yang mengalun merdu di telinganya saat ini. Hampir saja Jong Gu tertidur kembali jika saja Ji Sin tidak datang menghampirinya.
"Ya! Jong Gu." Ji Sin datang menghampiri Jong Gu sambil menepuk pelan bahunya. Ji Sin duduk di samping Jong Gu dengan tangan yang penuh dengan cemilan dan minuman kaleng. Jong Gu tidak menghiraukan kedatangan Ji Sin. Saat Ji Sin mengulurkan satu kaleng minuman yang dibawanya, Jong Gu menerimanya dan langsung meminum setengah isinya. Jong Gu memperhatikan Ji Sin yang sedang sibuk dengan cemilan yang dibawanya.
"Kau mau?" Ji Sin mengulurkan salah satu snack yang masih belum dibukanya ke arah Jong Gu.
"Ck. Kenapa kau ikut membolos?" Jong Gu berdecih melihat temannya yang malah ikut membolos dengannya saat ini.
"Aku merasa bosan dan sangat mengantuk berada disana, jadi sebagai kawan yang baik, aku harus menemanimu disini kan?" Ji Sin berbicara tidak jelas kepada Jong Gu dengan mulut yang masih di penuhi dengan makanan.
"Habiskan dulu makananmu baru berbicara!" Jong Gu mendorong cemilan yang tadi Ji Sin berikan kepadanya. Jong Gu kembali melihat ke arah lapangan yang saat ini mulai di penuhi dengan siswa dari kelas lain.
"Ya! Ayok kita pergi dari sini. Kita cari tempat yang lain." Ji Sin berdiri dan menepuk punggung Jong Gu untuk mengajaknya pindah dari sana. Ji Sin cukup pemalu untuk ukuran menjadi teman Jong Gu. Bahkan Jong Gu sendiri tidak percaya bahwa dia berteman dengan Ji Sin yang pengecut ini.
"Kau pergi saja, aku masih ingin disini." Jong Gu tetap duduk disana melihat lapangan yang sedikit demi sedikit dipenuhi dengan siswa lain. Saat Jong Gu melihat semua siswa sudah berkumpul, mata Jong Gu berhenti di satu titik. Jong Gu melihat gadis yang tadi pagi membawa tong sampah yang berjalan melewatinya.
Jong Gu melihat dia berjalan sendirian memasuki lapangan. Matanya selalu melihat ke bawah kakinya. Wajahnya hampir tidak terlihat karena rambutnya yang menutupi wajahnya itu.
"Jong Gu. Ayok kita masuk! Kau tidak ingin Bu Guru memarahimu lagi kan!" Jong Gu berdecak sebal mendengar Ji Sin yang banyak berbicara. Jong Gu akhirnya bangun dari tempat duduknya untuk kembali masuk ke dalam kelasnya. Tapi saat dia hendak berjalan ke kelasnya, Jong Gu melihat gadis tadi di kerubungi oleh siswa lain lagi seperti tadi pagi. Benar Jong Gu melihat gadis itu tadi pagi saat hendak menuju ke sekolahnya.
"Jong Gu! Kau dengar aku tidak! Ayok pergi sekarang!" Ji Sin akhirnya menarik tangan Jong Gu dan membawanya masuk kedalam kelas untuk menghadiri kelas pelajaran keduanya. Dengan terpaksa Jong Gu mengikuti Ji Sin memasuki kelasnya.
Ji Sin masuk dari pintu belakang dengan mengendap-endap dan diikuti dengan Jong Gu yang mengikutinya berjalan di belakangnya. Seorang guru sudah berdiri di depannya dan sedang menulis materi hari ini di papan tulis. Jong Gu dan Ji Sin sudah duduk tenang di tempat duduknya masing-masing.
Guru itu berbalik dan melihat ke arah Jong Gu yang sedang duduk dengan menaikkan kakinya ke atas meja. Guru itu berdeham sambil melihat ke arah Jong Gu. Ji Sin yang berada di samping Jong Gu ikut melihat ke arah tatapan gurunya saat ini berada. Saat dia mengetahui Jong Gu yang duduk dengan seenaknya, Ji Sin menutup matanya dan menurunkan tangannya perlahan untuk mencubit Jong Gu.
"Apa kau murid baru disini? Sepertinya kau baru pertama kali memasuki kelasku? Siapa namamu?" Guru itu berjalan mendekat ke arah tempat duduk Jong Gu dan Ji Sin berada saat ini. Jong Gu menurunkan kakinya dan menegakkan posisi duduknya.
"Jeon Jong Gu." Jong Gu menatap balik guru itu sambil menyebutkan namanya dengan lantang. Guru yang ada di hadapan Jong Gu saat ini mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Jong Gu, apakah kau bisa keluar sekarang juga dari kelasku?" Guru itu berbicara dengan nada yang begitu pelan dan tatapan yang tidak bisa di baca oleh Jong Gu.
"KELUAR!" Guru itu mendadak berteriak di depan wajah Jong Gu sampai membuat Jong Gu terjatuh dari kursinya. Semua murid yang berada di dalam kelas tertawa saat melihat Jong Gu terjatuh dari sana. Jong Gu menatap seluruh kelas dengan tatapan tajamnya. Semua anak-anak yang berada di dalam sana terdiam kembali saat Jong Gu memelototi mereka.
"Keluar dari kelasku sekarang!" Guru itu kembali menyuruh Jong Gu keluar. Ji Sin menutup wajahnya dengan tangannya. Dia malu saat melihat Jong Gu yang sudah dua kali di usir dari kelas hari ini.
"Ck, ya ya ya ini juga aku ingin keluar. Membosankan sekali jika aku harus terus berada di sini." Jong Gu bangun dari duduknya dan pergi dari dalam sana. Meninggalkan kelasnya dengan membawa tasnya sekaligus. Dia pergi lewat pintu belakang kelasnya dan berjalan menuju kebun belakang sekolah, kali ini Jong Gu pergi sendirian tanpa Ji Sin yang mengikutinya.
Jong Gu berjalan sambil merangkul tasnya menuju kebun belakang sekolahnya. Saat Jong Gu tiba di kebun itu, dia melihat seseorang yang sedang terduduk sambil mencorat coret tanah yang ada di hadapannya. Jong Gu mencoba berjalan mendekati gadis itu. Saat berjalan dengan perlahan-lahan ke arah gadis itu, Jong Gu tanpa sengaja menginjak batang kayu sampai menimbulkan suara yang cukup keras dan membuat gadis itu melihat ke arahnya.
Gadis itu bangun dan langsung mengibas roknya pelan, khawatir ada kotoran yang menempel di roknya. Jong Gu yang melihat kepergian gadis itu hendak menghentikannya agar tidak beranjak dari sana. Tapi, saat Jong Gu baru saja hendak memanggil gadis itu, Jong Gu merasa dirinya tidak bisa mengeluarkan suara apapun dan hanya bisa melihat kepergian gadis itu dari kebun belakang ini.
Jong Gu kembali berjalan dan duduk di kursi yang sudah ada disana sejak lama. Jong Gu kembali memperhatikan pemandangan kebun yang di tumbuhi dengan banyak pepohonan hijau rindang. Musim panas tahun ini terasa cukup panas bagi Jong Gu. Dia mengambil ponsel dan earphone dari dalam tasnya dan langsung menyumpalnya ke telinganya. Jong Gu meletakkan tas di ujung kursi yang ia duduki sekarang dan merebahkan badannya disana.
**
"Jong Gu-ya! Apakah kau sudah bertemu dengan gadis itu?" Jong Gu mendengar suara menggema saat dia menutup matanya sekejap. Setelah mendengar suara itu Jong Gu kembali membuka matanya dan langsung kembali ke posisi duduknya. Jong Gu memeriksa sekitarnya untuk mencari tahu siapa yang berbicara tadi saat dia menutup mata.
Tapi saat dia melihat kesemua kebun belakang ini, tidak ada siapapun disana. Jong Gu kembali merebahkan badannya di kursi dan perlahan-lahan memasuki alam bahwa sadarnya.
"Ya! Kau benar-benar! Kau tidak akan bisa bertemu dengannya jika kau terus begini Jong Gu!" Suara itu kembali tedengar oleh Jong Gu, tapi entah mengapa Jong Gu tidak bisa membuka matanya kali ini.
"Cepat temukan dia dan selamatkan dia!" Jong Gu hanya bisa terdiam mendengarkannya. Dia tidak bisa melihat siapa yang berbicara dan juga tidak bisa membuka matanya jadi dia hanya terdiam mendengarkan saja.
Beberapa menit kemudian Jong Gu merasakan ada seseorang yang menggerakkan bahunya. Jong Gu membuka matanya dan melihat Ji Sin yang sudah beberapa centi berada di depan wajahnya.
"Menyingkir dari wajahku." Jong Gu mendorong wajah Ji Sin dengan cukup keras sampai membuat Ji Sin terjungkal ke belakang dan jatuh ke tanah. Jong Gu duduk dan merapihkan bajunya yang terlihat sedikit berantakan.
"Aduh. Apa kau tidak bisa mendorongku pelan sedikit saja? Ini sangat sakit!" Ji Sin langsung bangun dan membersihkan celana seragamnya yang sedikit kotor karena terkena tanah. Jong Gu mengabaikan apa yang tadi di katakan oleh Ji Sin dan melihat ke arah jam yang ada di ponselnya. Jam menunjukkan pukul 12 siang, ini adalah waktunya makan siang bagi mereka semua.
"Kau sangat menyebalkan! Ayok aku sudah lapar, kita pergi makan!" Ji Sin menarik tangan Jong Gu menuju kantin. Dan akhirnya mereka berdua berjalan masuk menuju kantin.
"Ji Sin-a. Apa kau tadi melihat seseorang yang berbicara kepadaku saat aku tertidur?" Jong Gu merasa tadi benar-benar ada orang yang membisikinya dengan jelas. Ji Sin menggeleng saat mendengar pertanyaan dari kawannya itu.
"Aku tidak melihat siapapun tadi. Apa tadi ada yang mengganggumu?" Ji Sin berhenti berjalan dan langsung memeriksa keadaan Jong Gu dengan memutar badan Jong Gu ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa temannya saat ini tidak ada yang kurang satupun. Jong Gu mengibaskan tangan Ji Sin agar menjauh dari dirinya.
"Ck, sudahlah menyingkir dariku. Kau tidak ingin kita disangka tidak normal kan?" Mendengar itu membuat Ji Sin langsung berjalan menjauhi Jong Gu. Setelah itu mereka kembali berjalan menuju kantin.
Setibanya di kantin Jong Gu melihat orang-orang bergerombol mengelilingi sebuah meja. Saking penuhnya Jong Gu sampai tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi disana. Mencoba mengabaikannya, Jong Gu pergi menuju meja dimana makanan berada. Tapi saat ingin mengambil makanan, tiba-tiba jantungnya merasa kesakitan dan Jong Gu terjatuh tidak sadarkan diri di tempat.