Aku terbangun karena mendengar suara Mirna memanggilku, hari ini aku terlambat bangun. Semalaman aku terjaga menunggu kepulangan Andre, di dalam kamar aku berharap Andre mengetuk pintu kamar dan meminta maaf padaku tapi sampai jam tiga pagi dia tak kunjung datang, aku tanpa sadar tertidur setelahnya. “Mba Fely.” “Ya Mir, sebentar.” Pintu kamar terbuka, Mirna tersenyum ramah padaku. “Mir, mas Andre sudah datang?” “Belum mba.” “Oh.” Aku masuk kembali ke dalam kamar sedangkan pintu kamar aku biarkan terbuka, Mirna masih berdiri di depan kamar. “Mba, ayo sarapan yuk. Aku temani mba Fely. Dari semalam mba Fely belum makan.” Mirna berusaha mengajakku, aku bersyukur ada dia yang selalu menemani aku saat aku sedang mengalami hal yang tidak menyenangkan, dia juga selalu berada dipihakku saa

