Andre berjalan menuju ruang makan, di meja sudah tersaji makanan untuknya sarapan tapi sosokku yang biasa duduk menunggu Andre tidak terlihat, ruang makan terasa sepi. “Mir.. Mirna.” Tak lama Mirna menghampiri Andre, dia datang tergesa-gesa karena takut Andre akan marah jika dia terlambat datang. “Ya mas?” “Fely kemana?” “Mba Fely masuk ke kamar lagi mas, tadi setelah masak untuk sarapan mas Andre, mba Fely langsung masuk lagi. Mata mba Fely bengkak mas, pasti semalaman mba Fely menangis. Makanya lebih baik mas Andre minta maaf.” Ucap Mirna. Mirna yang tidak tahu masalah sebenarnya mengira kalau Andre lah yang sudah menyebabkan aku menangis. “Kenapa saya harus meminta maaf? Saya sendiri tidak tahu alasan dia menangis. Sudah sana kamu lanjutkan pekerjaan kamu.” Ucap Andre. Mirna lan

