“Apa? Jadi Mas merasa pernah bertemu dengan pemilik perusahaan?” tanya Kayla sambil menyiapkan makan malam untuk suaminya. “Iya, tapi entah di mana.” Kayla telah selesai menghidangkan semua makanan di meja. Ia mengambil piring kosong, kemudian mengisi piring itu dengan lauk pauk yang ada. “Barangkali pernah bertemu di suatu tempat, atau hanya berpapasan.” “Namanya siapa?” “Namanya Bu Sinta. Sinta Kharisma.” Kemudian Kayla terdiam, hingga piring yang seharusnya ia berikan pada suaminya menggantung di udara. “Kenapa, Kay?” Wanita itu tersendak, lalu tersenyum. “Oh, tidak apa-apa, Mas. Aku juga seperti pernah mendengar nama itu, tapi lupa di mana. Ya udah kita makan dulu yuk!” Kayla duduk di samping suaminya. Riyan menceritakan kalau ia mendapatkan fasilitas mobil dan laptop. Mendenga

