“Maaf dengan siapa, ya?” “Oh iya ... sebelumnya perkenalkan saya, Sinta. Boleh saya masuk?” “Ya ampun sampai lupa, silakan masuk, Bu.” Sinta masuk, kemudian duduk di sofa. Kepalanya berputar-putar memperhatikan sekeliling ruangan. “Maaf, mungkin saya lupa, tapi saya tidak ingat siapa Anda.” “Saya belum memperkenalkan diri. Saya Sinta, pemilik perusahaan di mana suami kamu bekerja.” “MashaAllah, maaf, Bu. Saya benar-benar tidak tahu. Mau minum apa, Bu?” “Nggak usah repot-repot. Saya hanya ingin main dan berkenalan denganmu saja. Oh iya apakah saya mengganggu?” Kayla mengatakan kalau kedatangan wanita itu sama sekali tidak mengganggu. Selama berbincang, Sinta sering bertanya masalah Riyan pada Kayla, tanpa rasa curiga Kayla menceritakannya. Sinta bahkan tidak sungkan memuji kinerja

