Malam ini Kayla tidak bisa tidur karena perutnya keram. Mungkin karena istri dari Riyan itu terlalu banyak yang dipikirkan sehingga berpengaruh pada janinnya. Riyan yang sejak tadi melihat istrinya yang sering meringis menahan sakit, merasa khawatir. "Kay, kita ke dokter aja, ya malam ini." "Nggak apa-apa kok, Mas. Aku masih bisa menahannya." "Nggak bisa, kita nggak bisa cuma diem seperti ini. Aku akan pesan taksi online dan kita akan pergi ke dokter spesialis kandungan." Riyan berdiri dari kasurnya, lalu mencoba menelepon seorang dokter yang dikenalnya. Sementara Kayla terlihat terus mengelus perutnya yang terasa keram. Selesai menelepon, Riyan segera mengambilkan jaket dan hijab untuk istrinya, ia juga membantu Kayla mengenakannya. "Kita ke dokter, ya! Pelan-pelan jalannya, janga

