“Jadi kamu nggak bawa dia ke Tante hari ini?” “Maaf Tante, soalnya istrinya sakit.” “Ya sudah, tidak apa-apa. Kamu boleh pergi sana!” Dafa keluar dari rumah besar Tante Sinta. Setelah laki-laki itu berlalu, wanita yang masih cantik meskipun sudah tak lagi muda itu naik ke lantai atas menuju ke kamarnya. Sampai di kamar ia membuka laci nakas, kemudian mengambil amplop berukuran besar, lalu duduk di ranjang. Dibukanya amplop itu, ternyata berisi foto-fotonya dan Riyan dengan berbagai pose. Hanya saja, ia sengaja membuat blur bagian wajahnya. Terlihat dalam foto itu, mereka berdua berbaring dalam satu selimut, seolah tanpa pakaian. Tante Sinta memeluk pria bertubuh atletis itu tanpa sungkan. Ada juga fotonya ia sedang mencium Riyan. “Sekarang belum waktunya, tidak tahu nanti.” Sinta kemb

