23. Kemarahan Keenan

1741 Kata

Valen dan Keyra sampai di tempat mereka start dengan semua orang menatap ke arah mereka berdua. Lagi, Keyra merasa ia yang salah, jagoan mereka semua kalah karena ia, astaga ia seharusnya tak berada disana sekarang, itu hanya bukan tempatnya. "Len, mereka kayaknya marah deh, sama aku," gumam Keyra menoleh khawatir menatap Valen, bukan apa-apa, kalau menghadapi satu atau dua orang, Keyra berani, tapi kalau sebanyak ini, ia akan gepeng. "Enggak, kamu tenang aja, mereka cuma kaget aja pasti," sahut Valen membuka seatbelt. "Ayo turun, gak papa, gak usah tegang gitu mukanya," sambungnya membuka pintu mobil, diikuti oleh Keyra. "Congrats, Yer." Valen menjabat tangan salah satu temannya yang ia tahu menjadi pemenang, sebelah tangannya kembali melingkar di pinggang Keyra. "Lo kenapa bisa k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN