22. Bersama Valen

2182 Kata

s**t! Kenan mengumpat didalam hati ketika ia baru saja diberitahukan kalau ada seseorang didalam perusahaannya yang menjual informasi pada orang lain sekaligus menyelundupkan banyak uang yang nolnya cukup banyak. Kenan memijit keningnya, kenapa ia bisa kecolongan seperti ini, apalagi ini orang dalam, tapi siapa?! Ia percaya dan tahu bagaimana latar belakang seluruh jajaran pemimpin di perusahannya. Sampai kedatangan Gesya ke ruangannya, bukannya membuatnya ceria, malah membuatnya semakin suntuk. "Keluarlah, Gesya, aku gak mood ngeladenin kamu," usirnya yang menurut Gesya, cukup terdengar kejam. Namun, Gesya tetap berjalan ke arah Kenan dan langsung duduk diatas paha pria itu, ia lalu tersenyum manis. "Kenapa, Kenan? Dulu kamu suka kalau aku begini," ujarnya sedikit melengkungkan bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN