"Pak ini laporan yang harus Bapak tanda tangani," Sahira mengacungkan beberapa map di depan meja Agatha. "Baik, taruh saja di situ," Agatha tidak menoleh, fokus pada notebooknya. "Baik Pak, saya permisi." "Mmm." 'Sifatnya yang kemaren-kemaren kemana? kenapa sekarang sok dingin begitu,' Sahira kembali menoleh ketika menutup pintu. "Tunggu!" Pintu yang hampir rapat, seketika terbuka kembali. "Ya Pak, ada yang bisa saya bantu." "Kamu pulang saja duluan, tidak perlu menunggu saya pulang." "Baik Pak, terima kasih." Hari sudah gelap, terlihat dari jendela kaca tempat Sahira memandang. "Apa dia selalu bekerja seperti itu? Apa tidak capek setiap hari lembur? Bahkan semua karyawan sudah pulang, dia masih saja di singgasana ternyamannya," Menggerutu sambil memasukkan barang ke dalam tas.

