"Pagi Pak," Sahira menunduk dalam.. "Mmm, pagi," tanpa menoleh Agatha masuk kedalam ruangannya. "Huuuhhh,.." Sahira seketika mengelus d**a dan terduduk. "Kenapa sekarang menghadapinya seperti sedang menghadapi Monster, ah... tidak, bukan monter, tapi Gorila. Apa sih ah... dosa tau. Aisst,.. mana harus keruangannya lagi. Aku bisa gila bukan karna dia, tapi karna pemikiranku sendiri. "Kring..." Geter telpon di meja Sahira. "Sahira, bawakan saya kopi ya!" "Baik Pak," dari seberang menutup telpon. "Apa lagi, kenapa sekarang suaranya begitu manis, padahal baru semalam dia menjadi Monster." "Upss..." Sahira menutup mulut. "Dosa ra, dosa. Kenapa sih setiap hari sekarang kerjaanku menggerutu, kan dosaku jadi puls, plus," Berbicara sendiri tanpa perduli sekitar. Baru saja Sahira ingin me

