DAR…DAR…DAR… Suara yang membangunkan seisi rumah ketika matahari mulai keluar. Dengan setengah sadar sahira bangun dari permadani indah tempat ia ketiduran lagi setelah sholat subuh tadi. DAR…DAR..DAR.. DAR…DAR…DAR.. Suara dari luar semakin keras, sepertinya yang di laur punya tingkat kesopanan yang teramat rendah. Bukan begitu caranya bertamu di tempat orang. Dengan tubuh yang masih enggan untuk terjaga karena baru tidur habis subuh tadi, tapi ia tetap mengumpulkan tenaga untuk bangun. Ia membuka pintu kamar, menangkap punggung ayahnya yang sudah lebih dulu membuka pintu rumah. Dengan pengelihatan yang belum kembali sempurna punggung ayahnya dan dua orang yang berada di luar yang terlihat sebagian tubuhnya saja terlihat buram. Lebih baik ke kamar kecil dulu, biar lebih enakan pikir

