Masih Bandung

996 Kata

Dengan senyum lebar Eduard memandang kebawah tempat Amara dan Sahira duduk, sementara seorang Bapak-bapak yang tubuhnya terlihat kecil di sandingkan dengan Eduard sedang memasang peralatan outboud padanya. Amara melambaikan tangan dengan semangatnya, sesekali ia memasukkan cemilan dan meneguk minumnya. Sahira hanya memandangi Amara heran, ia tidak mendongak untuk melihat Edu yang masih saja memandangi mereka. Sahira hanya sibuk memasukkan cemilan ke dalam mulut dan melihat-lihat alam sekitar, matanya menari lincah melihat bocah-bocah yang berlari-larian dengan Ibunya yang juga ikut lari-larian karna takut anaknya jatuh. 'Akan seperti itulah jika saya jadi seorang ibu kelak' Eduard memandang lintasannya. Ekspresinya seperti takut, namun ketika ia melihat ke arah dua gadis di bawah eksp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN