"Ting," pertanda pesan masuk di ponsel Sahira. "Kreiiik," suara kursi yang tergeser tiba-tiba karna Sahira kaget dan langsung bangun dari tempat duduknya. Edu dan Amara berhenti makan kaget karna ulah Sahira. "Kenapa Kak?" Amara berhenti mengunyah. "Nih baca!" Sahira menghadapkan layar ponselnya pada Amara. "Hahhahaha," bukan memberi solusi Amara malah terbahak, Sahira manyun. "Jadi Kakak mau balik ke Jakarta sekarang?" "Amara, aku kasih tau kamu supaya kamu punya solusi supaya ngak sekarang-sekarang amat." "Apa sih, coba ku lihat?" Edu mengulurkan tangannya ingin meminjam ponsel Sahira, Sahira enggan memberikannya. "Jadi Kak Aga bilang harus sampai ke Jakarta Sore ini, sebab... sebab apa ya?" Amara tampak berpikir sebelum kembali cekikikan. "Ah anak itu, merusak suasana saja. Ki

