Amara Adik Manis

1002 Kata

"Tok..tok..tok," pintu ruangan Agatha di ketuk. "Mmm, ya masuk." "Kakak," Amara langsung berlarian memeluk Agatha yang sedang duduk. Sahira menyusul dengan perasaan takut, gugup dan ada sedikit senang. Perasaannya berkecamuk sejak semalaman tidak tidur mengetahui bahwa Agatha dan Sesil itu hanya sepupu. "Kamu mau ngerayu?" ucap Agatha yang memalingkan wajah dari Amara. "Kakak...," ucap Amara tidak mau melepas pelukannya. "Balik sono ke Bandung, tanggung jawab sama kerjaan kamu di sana." "Hehe, itu pasti Kak. Tapi jangan marahin Kak Sahira ya Kak, Amara yang maksa." "Kalau kamu yang maksa atau bukan memangnya pengaruhnya apa?" Agatha bernada ketus. "Kakak... jangan begitu. Mana Kakakku yang baik hati dan berwibawa yang murah senyum itu." "Sudah hilang di telan bumi," masih dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN