Agatha menunggu di luar, Sahira sedang di tangani Dokter muda di IGD. Sosok laki-laki datang dengan wajah suram dan tidak bersahabat bersama seorang ibu yang tetap berwajah teduh dan bersahaja, dialah ayah Sahira. Agatha pasrah menatap sosok itu. Tadi selama di ambulance ia menelpon ayah Sahira memalui ponsel Sahira sendiri. "Dimana putriku?" Suara lantang dengan emosi yang tertahan. "Dia sedang di tangani Dokter Om," ucap Agatha lemah. Ia tahu, ini bisa jadi titik akhir antara ia dan Sahira. Atau malah titik awal perjuangannya untuk lebih keras lagi. "Saya ingin bicara, ikut saya sebentar." Ayah Sahira mengajak Agatha ke sebuah taman dalam rumah sakit. Agatha mengangguk pasrah. Sekarang apalagi yang bisa ia harapkan. Kejadian tadi pasti sudah selasai mengakhiri segalanya, termasuk h

