"Ceh, kau pikir dari mana kau berasal Sesil? Sudahlah, bukankah kita dulu berasal dari kalangan yang sama," saut Agatha dengan senyum sarkatis. "Sesil, ayo kita pergi," Rudi menimpali sambil menarik tangan Sesil. Ternyata Rudi belum juga kapok. "Lepas! Kak Aga please. Aku hanya ingin sedikit saja Kakak pandang sebagai seorang gadis." Sesil melepas pergelangan tanganya yang dicekal oleh Rudi. "Sesil hentikan! Ayo kita pergi sekarang," Rudi menarik paksa Sesil. "Kak Aga, Kakak. Bantu Sesil Kak. Sumpah Sesil hanya ingin bersama Kakak," Sesil terus meronta dan berteriak, seisi mall melihat kegaduhan itu. "Ceh, kalian berdua sama saja," humam Agatha. Rudi mencintai Sesil sepenuhnya hatinya, ia tahu dari awal Sesil hanya mencintai Agatha, tapi ia tetap berisi keras untuk memiliki Sesil.

