“Pagi Pak,” para Staf menyapa, Agatha dan Sahira baru tiba di kantor. “Pagi Kak,” Sesil memutar-mutar kunci mobil di tangannya, dari tadi ia menunggu kedatangan Agatha. “Sesil, kamu ngapain di sini?” Agatha menampakkan wajah tidak sukanya. “Lihat Kakak lah, ngapain lagi. Lagian semua Staf di kantor ini tahu kalau aku pacarnya Kakak,” Sesil melirik Sahira yang merah padam. Ia berpikir Sahira sudah lama hengkang dari kantor setelah siasatnya itu, namun ia tidak tahu kalau Agatha bisa membujuk Sahira agar tidak keluar dari kantor. Kelamaan bermesraan dengan Rudi membuat ia sedikit ketinggalan info. “Maksud kamu apa?” Wajah Agatha yang putih jadi merah padam. “Para Staf ramai bergosip tentang kita tadi, sepertinya gosipnya bakalan jadi kenyataan," ucap Sesil percaya diri tinggi. “Ceh, b

