"Brisik woy..." Seseorang melempar popcorn dari belakang tepat di kepala Agatha. "Apa sih?" Agatha menoleh, wajahnya merah dengan emosi mau meledak. "Beraninya...." Agatha tercekat melihat sosok besar hitam, tubuh yang kekar terlihat dari luar meskipun ia memakai baju longgar, dengan mata setajam elang yang terpanah padanya. "Kenapa?" Laki-laki itu berdiri, Tingginya menghilangkan beberapa sosok orang yang berada di belakangnya. "Ngak Bang, maaf. Hehe." Agatha menagkupkan tangan memohon ampun. "Hehe. Maaf Bang, ngak berisik lagi kok." Sahira menimpali. Laki-laki itu duduk kembali. Jantung Agatha dan Sahira yang tadinya berhenti berdetak, sekarang berdetak kembali. Mereka mengelus d**a. "Ra, besok-besok kalau mau jalan kita sewa bodyguard ya." Bisik Agatha. "Hehe, Ira punya Ide," t

