**** Malam hari, malam yang kelam penuh dengan kegelapan. Namun di sana, di atas sana, beribu-ribu bintang berkerlip indah seakan menutupi hal mengerikan yang telah terjadi tadi siang. Basahnya darah belum juga kering, amisnya darah masih menguar dimana-mana. Suara burung gagak masih berseling seakan menandai bahwa malam ini akan jadi malam panjang penuh dengan pesta mengerikan. Sementara burung gagak berpesta dengan bangkai musuh, Yun Xiaowen mengendap-endap menuju ke tendanya. Genderang perang sudah ditiup, malam sudah menjelang memberi tanda bahwa peperangan ditunda hingga esok hari. Muntah darah. Wanita cantik penuh dengan bilur luka itu segera memuntahkan cairan kental dari bibir tipisnya. Sesuatu yang ia tahan kini keluar sudah. Menyekanya sebentar, Yun memegangi dadanya yang masi

