**** Menyambar pedang, Yun Xiaowen bersiap menuntaskan keinginannya untuk berperang. Wanita itu tidak tanggung-tanggung, dengan tekad bulat ia ingin mengakhiri segalanya. Seluruh pasukannya mulai kembali ke istana, hanya dirinya dan sang panglima-lah yang tinggal di medan perang. Dengan bantuan roh sekali lagi,ia akan menang kali ini dan bisa pulang menyusul para prajuritnya. "Yang Mulia....Pimpinan dunia bawah ingin bertemu dengan anda." ucap Panglima Xue terdengar begitu serius di belakang Yun Xiaowen. Wanita itu masih saja terdiam, ia bersikap acuh tak acuh. Setelah mengamati mata pedangnya yang berkilat dan haus darah, Yun Xiaowen memutar kepalanya dan menatap tajam ke arah sang panglima. "Apa maunya kali ini? Apa ia tidak menghiraukan jawabanku kemarin?" Yun Xiaowen bertanya denga

