**** Sehabis menyegarkan diri dengan air hangat, Yun Xiaowen segera mengenakan pakaian malamnya yang bercorak lembut dan terkesan teduh. Dengan bantuan beberapa dayang, ia mengikat rambutnya sesederhana mungkin. Gadis itu menatap dirinya di cermin, wajahnya terlihat lelah. Manik matanya masih merah, rambut panjangnya pun masih memutih, menyisakan tanda kemarahan di medan perang kemarin. Sejenak Yun Xiaowen tersenyum tipis, beberapa saat lalu ia pulang dan menemui suaminya secara langsung. Dirinya tak menyangka jika sang suami bisa serapuh ini, hanya karena pulang terlambat saja ia terlihat tak memiliki daya. Sungguh disayangkan. "Yang Mulia memanggil hamba?" suara itu memecahkan lamunan Yun Xiaowen mengenai suaminya, Liuu Qiang Wen. Menatap siapa yang datang melalui cermin, ia lantas me

