**** Meskipun Liuu Qiang Wen berhasil membawa Yun Xiaowen kembali ke istana, ia tetap harus menelan pil pahit akibat peperangan tersebut. Kemenangan Yun Xiaowen, kematian ayah kandung dengan mengenaskan sama sekali tidak membuat Liuu Qiang Wen bisa tertawa puas. Pada kenyataannya justru Liuu Qiang Wen kehilangan segalanya, peperangan tersebut membuat ia kehilangan banyak prajurit dan parahnya lagi kali ini ia tidak bisa lagi menikmati senyum cerah Yun Xiaowen. Pria tampan itu menggenggam jemari wanita yang kini tengah tertidur pulas di ranjang. Wajah yang pucat dengan nafas tak teratur membuat Liuu Qiang Wen merasa khawatir. Perlahan ia mencium jemari Yun, berharap dalam hati semoga wanita itu mau membuka matanya walau sekali. "Sayang, apa kau tidak ingin membuka matamu untukku? Apa kau

